DENPASAR, Radar Bali.id – Sebanyak 30 hingga 40 atlet layar terbaik, termasuk peraih medali emas PON 2024 Wayan Wiranatha, mulai berlaga di ajang bergengsi Sailing Championship Bali International Regatta 2025 di Pelabuhan Benoa, Bali.
Kejuaraan yang berlangsung dari 25 hingga 28 September 2025 ini tak hanya menjadi panggung unjuk gigi bagi atlet daerah, tetapi juga arena seleksi ketat menuju kompetisi level internasional seperti SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.
Ketua Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (PORLASI) Provinsi Bali, I Made Astika Oye, menegaskan pentingnya event ini sebagai wadah pembinaan dan penemuan bakat baru.
"Event ini bukan hanya menjadi tempat kompetisi, tapi juga seleksi dan pembinaan. Target kami jelas, yakni menjaring bibit-bibit unggul, serta menguji kesiapan atlet pelatnas seperti Nyoman Sebiasa yang saat ini sedang disiapkan untuk SEA Games," ujar Astika Oye saat pembukaan, Kamis (25/9/2025).
Astika Oye juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk PB PORLASI, Gubernur Bali, KONI Bali, Komandan Lanal Denpasar, dan para sponsor atas dukungan penuh yang membuat kejuaraan ini terwujud.
Persaingan Sengit di Berbagai Kelas Krusial
Kejuaraan ini mempertandingkan nomor-nomor yang menjadi tolok ukur menuju kancah global, antara lain Wing Foil, Formula Kite, IQ Foil, Techno 293, dan Optimist.
Dari Bali, nama-nama unggulan siap mendominasi. Di nomor Formula Kite, harapan besar disematkan pada Wayan Wiranatha, yang merupakan peraih emas pada PON 2024 di Aceh-Sumatera Utara. Sementara di kelas Techno 293 (remaja), Bali menurunkan kekuatan penuh melalui I Gusti Putra Padantya Sulaksana, Pande Gede Adi Suputra, dan AA Gede Bagus Brahmananta.
Kelas Optimist, yang menjadi fokus pembinaan usia dini, juga menarik perhatian dengan tampilnya dua atlet potensial: Ni Putu Anindya Maheswari dan Kadek Devan Natha.
Tantangan Cuaca dan Kondisi Lapangan
Meski bersemangat, para atlet menghadapi tantangan yang tak terduga. Wayan Wiranatha, yang ditemui di lokasi, mengungkapkan kendala utama adalah kondisi cuaca yang tidak menentu.
"Cuaca hujan membuat banyak sampah terbawa ke area lomba. Selain itu, kondisi air yang cenderung dangkal di beberapa area juga menjadi tantangan teknis yang harus disiasati," kata Wiranatha. Ia berharap kondisi akan membaik selama hari perlombaan.
Wiranatha menyambut baik kejuaraan ini sebagai sarana penting untuk mengasah kemampuan dan menambah pengalaman sebelum menghadapi level internasional.
Jaring Bakat Nasional, Didukung Festival Maritim
Kejuaraan ini tak hanya diminati atlet lokal, tetapi juga menarik minat peserta dari berbagai provinsi seperti Jawa Timur, Kalimantan Timur, dan Banten. Meski rencana partisipasi atlet internasional dari Singapura dan Thailand terhambat karena penundaan jadwal, Bali Internasional Regatta tetap bertekad menjaring bibit unggul nasional.
Astika Oye menambahkan bahwa ajang ini dirangkai dengan Festival Maritim yang melibatkan pramuka, anak-anak TNI AL, dan komunitas maritim. Inisiatif ini bertujuan menumbuhkan minat generasi muda terhadap olahraga layar.
"Kami siapkan alat-alat seperti perahu Optimist dan selancar angin secara gratis agar anak-anak bisa mencoba. Ini jadi peluang besar untuk pembibitan atlet baru," tutup Astika Oye, seraya berharap event ini bisa menjadi agenda tahunan yang konsisten.
Diharapkan, Sailing Championship Bali Internasional Regatta 2025 mampu mencetak prestasi sekaligus mengangkat citra Bali sebagai pusat olahraga bahari nasional dan internasional.[*]
Editor : Hari Puspita