SPANYOL, radarbali.jawapos.com – Skuad Real Madrid dihancurkan 5-2 oleh rival sekota Atletico Madrid di Metropolitano pada Sabtu sore.
Setelah unggul 2-1, Real Madrid gagal menciptakan satu peluang pun di satu sisi, dan tak mampu mengimbangi Atletico Madrid di sisi lain. Gol Kylian Mbappé dan Arda Güler justru memperbesar ketertinggalan.
Real Madrid kembali menunjukkan sikap tidak menyenangkan di luar lapangan meskipun Mereka tampil baik dalam tujuh pertandingan pertama musim ini.
Meskipun terdapat beberapa kesalahan kecil, pertahanan mereka secara umum kuat dan kesulitan yang dihadapi Thibaut Courtois terbatas atau cukup mudah diatasi.
Banyak orang menunggu sampai Los Blancos benar-benar menghadapi tim-tim kuat. Pada hari Sabtu, Atletico Madrid kembali dengan membuahkan skor hasil pertandingan dan menghadirkan masalah yang dulu menyebabkan kekalahan besar musim lalu.
Masalahnya bukan dari pelatih, tapi lebih pada semangat dan intensitas para pemain. Mereka tidak punya kontrol bola yang baik, dan kurang rasa kebersamaan saat bermain.
Kurangnya intensitas serangan Real Madrid membuat permainan mereka kurang efektif. Skor dua gol yang berhasil mereka cetak di babak pertama adalah satu-satunya peluang nyata sepanjang pertandingan, dan keduanya berasal dari serangan yang tidak begitu berarti.
Real Madrid tampak kalah jauh sebelum pertandingan berakhir. Lini tengah tidak menunjukkan performa yang memadai dalam menyerang.
Jude Bellingham juga tidak tampil maksimal, dan serangan tim terlihat jauh dan terputus-putus sepanjang pertandingan.
Berbeda dengan lawan, Julian Alvaraz mencetak dua gol saat Atletico Madrid bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Real Madrid 5-2 dalam pertandingan yang seru di Estadio Metropolitano.
Alvarez mencetak dua gol dalam waktu 12 menit di babak kedua, pada hari Sabtu.
Di menit ke-14, Robin Le Normand melewati Aurelien Tchouameni dan menyambut umpan silang Giuliano Simeone dengan sundulan yang apik untuk mencetak gol.
Los Blancos segera menyamakan kedudukan melalui umpan brilian Arda Guder kepada Kylian Mbappe yang dengan tenang menyelesaikannya.
Guler kemudian membawa tim tamu unggul usai datang terlambat dan mengarahkan tendangan setengah voli melewati Jan Oblak setelah kerja apik dari Vinicius Junior.
Atletico sempat yakin menyeimbangkan skor sebelum jeda, tetapi tendangan Clement Lenglet dari tendangan sudut dianulir karena bek itu dianggap menyentuh bola dengan tangannya.
Namun, mereka berhasil menyamakan kedudukan dengah skor unggul menjelang akhir babak pertama melalui sundulan Alexander Sorloth yang membuat Thibaut Courtois terkapar di gawang Real Madrid.
Kemudian tiba saatnya Alvarez menunjukkan aksinya. Tim Diego Simeone mendapatkan hadiah penalti karena Nicolas Gonzalez terkena tendangan tinggi Guler di wajahnya, dan Alvarez berhasil menepis tendangan penalti tersebut.
Pemain internasional Argentina itu kemudian melepaskan tendangan bebas yang luar biasa melewati Courtois pada menit ke-63.
Ketika Madrid berusaha keras untuk kembali ke dalam pertandingan, mereka justru kecolongan serangan balik ketika Antoine Griezmann mencetak gol di masa injury time.
Kehebatan Alvarez dalam mengeksekusi bola mati sangat penting bagi Atletico meskipun tim ini memulai musim dengan perlahan.
Namun, penampilan Alvarez kali ini jelas merupakan yang terbaik untuk Atleti hingga saat ini karena bisa membawa tim unggul dengan skor pertandingan yang memuaskan.
Atleti pantas mendapat tiga poin karena mereka mencetak gol yang diharapkan jauh lebih tinggi yang telah dicetak tim tamu. Mereka juga unggul dalam jumlah tembakan dengan 13 kali berbanding enam kali dari tim lawan.
Alvarez yang mencetak hat-trick dalam kemenangan minggu ini melawan Rayo Vallecano, menjadi pemain yang paling banyak memberi ancaman melalui bola mati.
Ia menjadi pemain kedua dalam sejarah LaLiga yang mencetak gol dari penalti dan tendangan bebas langsung dalam satu pertandingan, Alvarez adalah kunci sehingga skor hasil pertandingan melawan Real Madrid dipimpin oleh Atleti.***
Editor : M.Ridwan