RADAR BALI - Gol yang dicetak Dalberto ke gawang Muhammad Riyandi dari Persis Solo tidak hanya menambah pundi-pundi golnya.
Gol tersebut juga meneguhkan statusnya sebagai pencetak gol terbanyak sementara Super League 2025.
Dengan koleksi delapan gol dari enam pertandingan yang telah diikutinya, penyerang asal Brasil ini menunjukkan ketajamannya yang luar biasa di depan gawang.
Penampilan impresif Dalberto berhasil memisahkan dirinya dari para pesaing terdekatnya.
Pemain asal Brazil tersebut sekaligus berpotensi melampaui pencapaiannya musim lalu yang mencetak 15 gol dari 33 pertandingan.
Dalberto finish di urutan kelima daftar pemain tersubur di akhir musim. Dalberto kalah produktif dari Alex Martin (Dewa United), Tyronne del Pino (Persib Bandung), Gustavo Almeida (Persija Jakarta) dan Gustavo Tocantins (PSS Sleman).
Dengan Super League 2025/2026 yang baru berjalan 7 pekan, Dalberto hanya membutuhkan lima gol lagi untuk menyamai rekornya.
Efisiensi golnya terbukti dari distribusi golnya yang merata, mencetak dua atau lebih gol dalam satu pertandingan.
Rincian golnya menunjukkan betapa berbahayanya ia bagi lini pertahanan lawan:
Tiga gol saat melawan PSBS Biak
Dua gol saat melawan Bhayangkara FC
Masing-masing satu gol saat melawan PSIM Yogyakarta, Dewa United, dan Persis Solo
Ketajaman Dalberto membuat ia unggul cukup jauh dari sejumlah nama besar di Super League.
Dibandingkan dengan para pesaingnya yang hanya mengoleksi empat gol dari enam atau tujuh pertandingan, seperti Ciro Alves (Malut United), Uilliam Barros (Persib), dan Mariano Peralta (Borneo FC).
Selain itu, Maxwell Souza (Persija Jakarta), dan Jose Enrique (Persik Kediri), Dalberto jelas berada di level yang berbeda.
Arema Mampu Mengimbangi Tim Papan Atas
Produktivitas Dalberto membuat Arema mampu mengimbangi catatan gol sejumlah tim papan atas di Super League.
Dengan total 11 gol yang telah dicetak, Arema berada di jajaran tim dengan produktivitas gol tinggi.
Hingga pekan ketujuh, catatan gol Arema (11 gol) sejajar dengan Dewa United (11 gol).
Produktivitas Singo Edan tidak jauh berbeda dari Bali United (12 gol), Borneo FC (12 gol), Malut United (13 gol), dan Persija Jakarta (13 gol).
Kontras Lini Belakang yang Kedodoran
Sayangnya, penampilan apik Dalberto tak diimbangi oleh kokohnya lini belakang Arema. Hingga pekan ketujuh, Arema telah kebobolan 9 gol.
Arema FC hanya mencatatkan satu kali clean sheet saat melawan Persijap Jepara.
Selebihnya, gawang Arema selalu kebobolan saat menjamu PSBS Biak, PSIM Yogyakarta, Bhayangkara FC, Dewa United (2 gol), Persib Bandung (2 gol), dan Persis Solo (2 gol).
Kontras antara ketajaman lini depan dan rapuhnya lini belakang menjadi tantangan besar bagi Arema untuk bisa bersaing di papan atas klasemen.
Saat ini, Arema tercecer di peringkat sepuluh klasemen sementara Super League 2025.
Dibandingkan musim lalu, Dalberto menunjukkan peningkatan tajam. Musim lalu, ia butuh tiga pertandingan untuk mencetak gol pertamanya, sedangkan musim ini, ia langsung tancap gas.
Efisiensi golnya juga meningkat berkat dukungan dari rekan-rekan setimnya, seperti Paulinho Moccelin, Valdeci Moreira, dan Dendi Santoso, yang lebih banyak memberikan suplai bola.
Selain itu, kini Dalberto juga menjadi eksekutor utama penalti Arema, peran yang musim lalu diemban oleh Charles Lokolingoy atau Wiliam Marcilio.
Selain menjadi mesin gol, Dalberto juga memiliki peran kepemimpinan yang lebih besar di tim.
Dia ditunjuk sebagai striker utama dan wakil kapten Arema. Jika kapten utama Ahmad Alfarizi atau Dendi Santoso absen, ban kapten akan melingkar di lengannya.
Meski mencetak gol demi gol, Dalberto menegaskan bahwa kemenangan tim adalah yang paling utama. “Saya senang dengan gol-gol ini. Namun, yang utama Arema menang,” ujarnya.***
Editor : Ibnu Yunianto