RADAR BALI - Persija masih menjadi tim yang terproduktif dalam mencetak gol hingga pekan ketujuh Super League 2025-2026.
Meski demikian, Macan Kemayoran masih punya persoalan besar di lini pertahanan yang belum berhasil diatasi Mauricio Souza.
Seluruh elemen tim Persija Jakarta paham bahwa mereka sedang berada di jalur yang tidak seharusnya.
Menjalani tiga laga terakhir tanpa kemenangan menjadi teguran keras bagi tim berjuluk Macan Kemayoran ini.
Kekalahan 1-3 yang menyakitkan di kandang Borneo FC Samarinda menambah beban berat di pundak para pemain.
“Di ruang ganti, kami benar-benar dipenuhi rasa kecewa. Kami sadar harus segera bangkit, memperbaiki diri, dan terus bekerja keras,” kata Bek Persija Jordi Amat dalam situs resmi klub.
Ia juga menambahkan, kekalahan tersebut terus menghantui pikirannya sepanjang pertandingan.
Pelatih Mauricio Souza memutuskan meliburkan latihan reguler selama jeda internasional selama tiga pekan.
Para pemain kini memiliki kesempatan untuk beristirahat dan menyegarkan fisik serta pikiran bersama keluarga masing-masing.
Jeda tiga pekan ini akan dimanfaatkan secara maksimal untuk mengatrol performa tim, dengan harapan mereka kembali dalam kondisi lebih prima.
Kiper tim, Andritany Ardhiyasa, menekankan tekadnya untuk bangkit setelah hasil minor di Stadion Segiri, Samarinda.
Macan Kemayoran harus menerima kekalahan 1-3 dari Borneo FC. Tiga gol tuan rumah dicetak oleh Joel Vinicius (45’), Kei Hirose (55’), dan Douglas Coutinho (90’).
Satu-satunya gol balasan Persija datang dari sundulan Gustavo Almeida di menit 90+8’.
"Kami harus tetap berada di jalur yang benar dan segera bangkit. Setelah ini ada jeda internasional, dan kami akan memanfaatkannya untuk memperbaiki kekurangan,” tegas Andritany.
Analisis Lini Pertahanan Persija: Lemah dalam Transisi
Dari tiga gol yang bersarang ke gawang Persija, terlihat jelas kelemahan utama Macan Kemayoran berada pada antisipasi serangan balik dan transisi bertahan.
Pelatih Mauricio Souza sendiri mengakui bahwa ini adalah masalah yang berulang.
Borneo FC, yang dikenal dengan serangan balik cepatnya, berhasil mengeksploitasi celah ini.
Gol pertama dari Joel Vinicius, serta dua gol berikutnya dari Kei Hirose dan Douglas Coutinho, lahir dari situasi transisi yang tidak mampu diatasi dengan baik oleh barisan pertahanan Persija.
Para pemain terlihat terlambat kembali ke posisi mereka setelah membangun serangan, memberikan ruang yang cukup bagi pemain Borneo untuk melancarkan serangan balik mematikan.
Kekalahan ini menjadi bukti bahwa meskipun lini depan Persija terbilang produktif, pertahanan mereka masih rentan.
Kelemahan itu terlihat terutama saat menghadapi tim yang efektif dalam memanfaatkan kecepatan dan ruang kosong.
Hal ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) terbesar bagi Mauricio Souza selama jeda internasional.
Dominasi dan Rekor Cemerlang Borneo FC
Sementara Persija merenungi kekalahan, Borneo FC Samarinda berhasil mengukuhkan dominasinya.
Kemenangan meyakinkan 3-1 ini membuat Pesut Etam tetap kokoh di puncak klasemen BRI Super League 2025/26 dengan rekor sempurna.
Borneo FC menunjukkan efektivitas luar biasa, terutama dalam transisi permainan, yang menjadi kunci kemenangan mereka.
Pertahanan mereka tampil sangat solid, sementara strategi serangan balik cepat mematikan setiap peluang yang ada.
Kemenangan ini juga memperpanjang catatan apik head to head Borneo FC atas Persija.
Kini, Pesut Etam tak terkalahkan dalam enam pertemuan terakhir dengan empat kemenangan dan dua hasil imbang.
Selain itu, Borneo FC juga mempertahankan rekornya sebagai tim dengan kebobolan paling sedikit.
Dari enam pertandingan, Kei Hirose dkk. baru kebobolan tiga kali, jauh lebih baik dari tim lain di papan atas.
Produktivitas Positif Persija
Meskipun kalah, Persija Jakarta membawa pulang satu hal positif. Mereka tetap menjadi tim yang sangat produktif.
Hingga pekan ketujuh, Persija sudah mencetak 13 gol, menyamai rekor Malut United FC sebagai tim terproduktif sejauh ini.
Dengan selisih gol +5, Persija menunjukkan bahwa lini serang mereka tetap tajam.
Kini, tantangannya adalah bagaimana menjaga produktivitas tersebut sambil memperbaiki pertahanan agar tidak lagi dihantui kekalahan pahit.***
Editor : Ibnu Yunianto