Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Enam Dicoret dari TC SEA Games, Dua Penggawa Bali United Basketball, Ini Alasannya

I Wayan Widyantara • Senin, 6 Oktober 2025 | 14:45 WIB

SALAH SATU YANG DICORET : Gede Elgi Wimbardi (dok. Bali United Basketball )

 

SALAH SATU YANG DICORET : Gede Elgi Wimbardi (dok. Bali United Basketball )
SALAH SATU YANG DICORET : Gede Elgi Wimbardi (dok. Bali United Basketball )

DENPASAR, Radar Bali.id – Harapan tinggi yang sempat disematkan kepada dua pemain Bali United Basketball, Gede Elgi Wimbardi dan Adrien Maxime Alain Chalias, untuk memperkuat Tim Nasional Bola Basket Indonesia di SEA Games 2025, harus tertunda.

Keduanya masuk dalam daftar enam pemain yang resmi dicoret dari pemusatan latihan nasional (Training Camp) jelang kejuaraan regional di Bangkok, Thailand.

Pencoretan diumumkan langsung oleh Manajer Timnas Basket Indonesia, Rivaldo Tandra, pada Sabtu (4/10). Dalam keterangan resminya, Rivaldo menjelaskan bahwa keputusan ini merupakan bagian dari proses seleksi ketat yang dilakukan oleh pelatih kepala David Reynard Singleton dan tim pelatih lainnya. Dari 24 pemain awal yang mengikuti TC sejak 10 September lalu, kini tersisa 18 nama yang akan melanjutkan persiapan menuju ajang dua tahunan tersebut.

 Baca Juga: Ditarget Medali Emas SEA Games, Kadek Arel Optimistis Bawa Timnas U-23 Mampu Raih Lagi

”Proses itu adalah tentang memilih yang terbaik dari yang terbaik, jadi setiap hari di lapangan adalah sebuah kompetisi. Para pemain sudah menunjukkan dedikasi dan kerja keras yang luar biasa," ujar Rivaldo Tandra.

Adapun enam pemain yang harus angkat kaki dari pelatnas, antara lain: Abraham Wenas (Kesatria Bengawan Solo), Fisyaiful Amir (Hangtuah Jakarta), Kelvin Sanjaya (Satria Muda Pertamina), Gede Elgi Wimbardi (Bali United), Adrien Maxime Alain Chalias (Bali United), dan Neo Putu Satria Pande (Pelita Jaya Jakarta).

Masuknya nama Elgi dan Chalias dalam daftar awal pemanggilan pemain ke TC timnas sempat menjadi sorotan positif, khususnya dari publik basket di Pulau Dewata. Ini menjadi momen langka ketika dua pemain dari Bali United—yang mewakili klub luar Jawa—dipercaya mengisi slot pelatnas di tengah dominasi tim-tim besar dari Jakarta dan kota besar lainnya.

Gede Elgi Wimbardi dikenal sebagai sosok guard yang tangguh, memiliki visi permainan dan distribusi bola yang mumpuni. Sementara Adrien Chalias, pemain berdarah campuran Prancis-Indonesia, mencuri perhatian sepanjang Liga Basket Indonesia (IBL) 2025 sebagai salah satu top scorer Bali United. Konsistensi keduanya dinilai menjadi kunci keberhasilan Bali United tampil kompetitif musim ini.

Namun, performa di liga saja tidak cukup. Pelatih kepala David Singleton menekankan bahwa seleksi pemain timnas bukan hanya berdasarkan statistik individu, tetapi juga kecocokan terhadap sistem dan filosofi permainan yang tengah dibangun.

”'Pemain-pemain yang masuk ke dalam 18 besar adalah mereka yang paling cocok dengan gaya bermain yang diinginkan pelatih. Jadi kami percaya, yang dieliminasi ini juga bukan karena kurang bagus. Ini hanya soal kecocokan,” tambah Rivaldo.

Pelatih kepala Bali United Basketball, I Gusti Ngurah Rusta Wijaya, turut angkat suara terkait keputusan pencoretan dua anak asuhnya dari TC timnas. ”Menurut saya, dicoretnya kedua pemain Bali United ini murni keputusan dari pelatih kepala timnas. Mungkin saat ini mereka belum masuk ke dalam skema atau sistem yang sedang dibangun oleh coach David Singleton. Tapi ini bukan hal negatif—justru bagus untuk perkembangan mereka. Saya yakin Elgi dan Adrien sudah memberikan yang terbaik selama proses seleksi. Jalan mereka masih panjang, mereka masih muda dan terus berproses. Saya percaya akan ada waktunya mereka terpilih di kesempatan berikutnya,” ungkap Coach Rusta, Minggu (5/10) sore.

Kabar pencoretan ini tentu menjadi pukulan bagi para pendukung Bali United Basketball dan publik olahraga Bali secara umum. Terlebih, pemanggilan Elgi dan Chalias sebelumnya dianggap sebagai bukti nyata bahwa talenta dari luar Pulau Jawa mulai mendapat pengakuan di level nasional.

Pengamat basket Bali, Hendry Marshell, yang sebelumnya menyambut gembira pemanggilan dua pemain tersebut, kini menanggapi dengan bijak. ”Kita tentu kecewa, tapi ini bukan akhir. Justru ini menjadi pelajaran berharga bagi Elgi dan Chalias untuk semakin mengasah kemampuan mereka. Proses ini menunjukkan bahwa mereka sudah diperhitungkan. Tinggal konsistensi dan adaptasi dengan sistem yang harus ditingkatkan,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (5/10/2025) malam.

Hendry juga menegaskan bahwa meski gagal menembus 18 besar, pencapaian keduanya tetap patut diapresiasi.

”Masuk 24 besar pemain nasional dari total ratusan pemain di liga itu sudah luar biasa. Artinya, Bali United sudah berada di jalur yang benar dalam pembinaan. Saya yakin ke depan kita akan lihat lebih banyak pemain Bali di timnas," tutupnya.

Dengan hanya menyisakan 18 pemain, timnas basket putra Indonesia akan melanjutkan Training Camp hingga awal Desember, sebelum bertolak ke Bangkok untuk berlaga di SEA Games 2025 yang akan digelar pada 7–19 Desember.

Komposisi tim saat ini masih diisi oleh sejumlah nama berpengalaman seperti Andakara Prastawa, Kaleb Ramot Gemilang, dan Abraham Damar Grahita. Tim pelatih berupaya meramu kombinasi ideal antara pemain senior dan talenta muda untuk mengincar medali emas, setelah gagal meraihnya di edisi sebelumnya.

Sementara itu, Gede Elgi dan Adrien Chalias dipastikan akan kembali memperkuat Bali United untuk persiapan musim IBL 2026. Harapan publik Bali kini bertumpu pada perkembangan karier mereka ke depan, serta munculnya lebih banyak nama baru dari tanah dewata yang bisa menembus tim nasional.[*]

Editor : Hari Puspita
#sea games #pencoretan pemain #Bali United Basketball #TC timnas