RADAR BALI - Polemik seputar penunjukan Ahmad Al Ali sebagai pengadil lapangan untuk pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Timnas Indonesia dan Arab Saudi menuai banyak sorotan.
Wasit asal Kuwait ini menjadi pusat perbincangan, terutama setelah munculnya tudingan dari jurnalis Al Oqaili melalui akun X resminya yang menyebutnya sebagai wasit terburuk yang pernah ada.
Al Oqaili bahkan menuding Al Ali menyimpan kebencian terhadap klub-klub Arab Saudi, khususnya raksasa Liga Saudi, Al Hilal.
Rekam Jejak dan Kontroversi
Ahmad Al Ali mendapatkan lisensi FIFA pada tahun 2016, bukan 2019 seperti yang disebutkan dalam beberapa laporan.
Sejak itu, wasit berusia 41 tahun ini telah memimpin puluhan pertandingan internasional.
Namanya sering dikaitkan dengan keputusan kontroversial, seperti saat memimpin laga antara Arab Saudi vs Qatar di Piala Teluk 2019.
Selain itu, pertandingan antara Arab Saudi vs Bahrain pada edisi 2025.
Momen itu terjadi pada Piala Teluk 2024, ketika Arab Saudi asuhan Herve Renard berhadapan dengan Bahrain di fase grup.
Dalam laga yang digelar di Kuwait tersebut, Bahrain berhasil menang dramatis dengan skor 3-2 atas Green Falcons.
Dalam dua pertandingan tersebut, Al Ali tercatat memberikan tiga kartu kuning kepada pemain Arab Saudi dan satu penalti kontroversial.
Selain itu, ia juga kerap dianggap condong menguntungkan tim tuan rumah.
Ahmad Al Ali sendir diketahui baru dua kali memimpin pertandingan yang melibatkan Arab Saudi.
Salah satu laga lainnya terjadi di matchday ketujuh Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia pada Maret 2025 saat Arab Saudi menahan imbang Jepang 0-0 di Stadion Saitama.
Menariknya, dari dua pertandingan yang dipimpin Ahmad Al Ali, Arab Saudi belum pernah meraih kemenangan.
Meski begitu, Al Ali adalah salah satu wasit yang sering dipercaya oleh AFC untuk memimpin pertandingan-pertandingan bergengsi.
Termasuk di ajang Piala Asia, Liga Champions Elite Asia, hingga Kualifikasi Piala Dunia.
Statistik menunjukkan bahwa Ahmad Al Ali adalah wasit yang tegas, bahkan terkesan royal dalam mengeluarkan kartu.
Dari tujuh pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang ia pimpin, Al Ali telah mengeluarkan 17 kartu kuning dan satu kartu merah langsung.
Musim lalu, di ajang Liga Champions Elite Asia, ia bahkan telah mengeluarkan 35 kartu kuning.
Angka-angka ini menunjukkan kecenderungan Al Ali untuk tidak ragu-ragu memberikan hukuman disiplin.
Protes PSSI yang Tak Digubris
Penunjukan Al Ali sebagai wasit laga Timnas Indonesia vs Arab Saudi memicu protes dari PSSI.
PSSI menganggap penunjukan wasit dari Kuwait, yang secara geografis berada dalam satu regional dengan Arab Saudi, sebagai keputusan yang tidak netral.
Namun, protes yang dilayangkan oleh PSSI hingga saat ini tidak ditanggapi oleh AFC.
Badan sepak bola Asia itu tampaknya tetap yakin bahwa Ahmad Al Ali dapat menjalankan tugasnya dengan adil dan profesional dalam laga krusial ini.
Laga antara Timnas Indonesia dan Arab Saudi akan berlangsung di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, pada Rabu (8/10).
Pertandingan ini sangat penting karena ketiga tim yang berada di Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026 (Indonesia, Arab Saudi, dan Irak) akan memperebutkan satu tiket untuk lolos ke Piala Dunia 2026.***
Editor : Ibnu Yunianto