SINGARAJA, Radar Bali.id – Cabang olahraga (Cabor) Muaythai Kabupaten Buleleng resmi “naik kelas” setelah berhasil melipatgandakan perolehan medali emas dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2025. Dari sebelumnya hanya meraih tiga emas, kini Muaythai Buleleng sukses membawa pulang enam emas, tujuh perak, dan dua perunggu.
Ketua Umum Pengkab Muaythai Buleleng, I Wayan Tarik Adnyana, menyatakan peningkatan ini adalah buah dari pembinaan berkelanjutan selama dua tahun terakhir.
“Pada Porprov sebelumnya kami hanya meraih tiga emas. Kini kami berhasil membawa pulang enam emas, hampir 100 persen peningkatan di medali emas, dan itu alasan kami menyatakan Muaythai Buleleng naik kelas,” ujar Tarik di Buleleng, Kamis (16/10/2025).
Strategi Pembinaan Berjenjang Tiga Ring
Tarik menjelaskan, keberhasilan ini didukung oleh strategi pembinaan yang terstruktur di lima ranting aktif yang tersebar di wilayah Buleleng. Sistem pembinaan menerapkan pola jenjang tiga ring untuk menyesuaikan kemampuan atlet:
- Ring 3: Untuk atlet pemula.
- Ring 2: Bagi atlet yang siap berkompetisi di tingkat kabupaten dan provinsi.
- Ring 1: Untuk atlet pilihan yang siap turun di ajang nasional seperti Kejurnas dan Pra-PON.
Selain itu, ranting-ranting juga aktif menggelar kejuaraan lokal untuk menjaring bibit baru, yang didukung penuh oleh Pengkab melalui bantuan dana, sarana, dan prasarana.
Target Skuad Penuh di Kandang Sendiri
Ketua Harian Pengkab Muaythai Buleleng, Gede Sudarma, menyebut kesuksesan Porprov 2025 menjadi pijakan penting untuk menatap tantangan yang lebih besar: menjadi tuan rumah Porprov Bali 2027.
“Tantangan ke depan lebih besar karena Buleleng akan menjadi tuan rumah Porprov Bali 2027,” kata Sudarma.
Pihaknya telah menyiapkan rencana pembinaan jangka menengah hingga 2027 dengan target kuantitas yang ambisius. Jika pada Porprov 2025 Buleleng baru turun di 17 nomor, maka target 2027 adalah mengikuti 22 nomor pertandingan yang ada.
“Target 2027 nanti, kami ingin full 22 nomor bisa diikuti. Dengan begitu peluang emas akan lebih banyak,” tegasnya.
Sudarma menambahkan bahwa fokus utama Muaythai Buleleng bukan mengejar gelar juara umum, melainkan menargetkan perolehan medali emas sebanyak-banyaknya sebagai tolok ukur keberhasilan pembinaan. Pembinaan kualitas akan terus ditingkatkan melalui training camp (TC) rutin minimal satu bulan sebelum pertandingan besar.[*]
Editor : Hari Puspita