Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Modal Bantai PSIM 4-0, Persita Tangerang Buru Kemenangan Beruntun Keenam di Kandang Bali United

Dhian Harnia Patrawati • Rabu, 22 Oktober 2025 | 15:28 WIB
ABSEN - Bek Bali United Joao Ferrari absen membela Serdadu Tridatu melawan Persija karena terkena kartu merah saat menjamu Madura United pada 30 Agustus lalu.
ABSEN - Bek Bali United Joao Ferrari absen membela Serdadu Tridatu melawan Persija karena terkena kartu merah saat menjamu Madura United pada 30 Agustus lalu.


RADAR BALI – Persita Tangerang tiba di Bali dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 dengan kepercayaan diri tinggi.

Tim berjuluk Pendekar Cisadane ini membawa bekal performa fantastis saat melawat ke markas Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Sabtu (25/10/2025). 

Persita sedang menjadi buah bibir di kancah sepak bola nasional. Di bawah racikan Pelatih Carlos Peña, mereka kini menempati peringkat kedua klasemen sementara dengan 16 poin.

Laskar Cisadane memiliki catatan istimewa: lima kemenangan beruntun.

Kemenangan terakhir, dan yang paling telak, diraih saat menjamu PSIM Yogyakarta di Indomilk Arena pada pekan kesembilan (17/10), dengan skor mencolok 4-0.

Rentetan kemenangan ini menempatkan Persita sejajar dengan tim-tim kuat, bahkan penguasa klasemen Borneo FC saja baru mampu meraih enam kemenangan.

Sebelum menaklukkan PSIM, Persita berturut-turut menundukkan PSM Makassar, Persijap Jepara, Persib Bandung, dan Semen Padang.

Dalam pesta gol kontra PSIM, gelandang asal Brasil Eber Bessa, membuka keunggulan.

Kemudian, Rayco Rodriguez tampil sebagai bintang dengan mencetak brace (dua gol), dan Pablo Ganet menutup kemenangan 4-0 di masa tambahan waktu.

Laga melawan Bali United bukan hanya sekadar upaya memperpanjang rekor, melainkan juga ujian pertama dari serangkaian tiga laga tandang beruntun yang harus dihadapi Persita.

Setelah menyambangi Dipta, mereka akan menghadapi Bhayangkara Lampung Presisi FC (1/11) dan PSBS Biak (6/11).

Ironisnya, laga melawan Bhayangkara sejatinya adalah laga kandang bagi Persita.

Namun, karena Indomilk Arena digunakan untuk pertandingan AFC Challenge League, status tuan rumah terpaksa ditukar terlebih dahulu.

Meskipun dihadapkan pada jadwal tandang yang padat, Pelatih Carlos Peña memilih untuk tetap rendah hati dan fokus.

“Kami menatap setiap pertandingan satu per satu. Kami bekerja seperti saat menghadapi PSIM, di mana setiap laga penting. Tidak peduli apa yang telah kami jalani sebelumnya, kami tim yang rendah hati dan harus bekerja keras setiap menit di setiap pertandingan,” ujar Peña.

Kunci Sukses: Kerja Keras dan Mentalitas

Keberhasilan Persita mengamankan posisi kedua klasemen didukung oleh produktivitas yang merata. Hingga pekan ke-9, tidak ada pemain yang mendominasi daftar pencetak gol tim.

Status top skor Persita dipegang bersama-sama oleh empat pemain, masing-masing dengan koleksi dua gol: Rayco Rodríguez (sayap kanan), Aleksa Andrejić (sayap kiri), Pablo Ganet (gelandang tengah), dan Éber Bessa (gelandang serang).

Fakta ini menunjukkan Persita tidak bergantung pada satu pemain kunci, melainkan kekuatan kolektif dari lini tengah hingga lini serang.

Mantan pelatih Persija Jakarta itu juga berbagi kunci di balik tren positif timnya. Menurutnya, tidak ada formula rahasia selain kerja keras dan mentalitas yang terjaga.

“Kami senang dengan pencapaian sejauh ini. Sangat sulit meraih lima kemenangan beruntun,” katanya.

"Kami memiliki ruang ganti yang bagus, komunikasi, dan pemain siap memberikan 100 persen di setiap pertandingan. Kami memiliki mentalitas yang bagus."

Peña menegaskan bahwa meskipun sedang berada di puncak performa, timnya tidak boleh jemawa.

"Pemain harus punya rasa haus untuk membantu tim dan kami berusaha membuat mentalitas itu terjaga,” tutupnya.

Menariknya, lawan terakhir yang dibantai Persita, PSIM Yogyakarta, memiliki catatan manis saat menghadapi Bali United.

PSIM pernah mengalahkan Serdadu Tridatu dengan skor 3-1 pada 20 September 2025.

Fakta ini menambah daya tarik pertandingan di Dipta, mempertanyakan mampukah Persita yang sedang on fire melampaui capaian PSIM dan merebut kemenangan keenam beruntun di kandang lawan. ***

Editor : Ibnu Yunianto
#Johnny Jansen Bali United #borneo fc #psim yogyakarta #Eber Bessa #Rayco Rodriguez #Super League 2025 #carlos pena #Pablo Ganet #Laskar Cisadane #pendekar cisadane #Aleksa Andrejic #Joao Ferrari #Bali United vs Persita Tangerang