RADAR BALI - Pekan ke-10 Super League 2025/2026 akan menyajikan duel sengit di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan.
Tuan rumah Madura United FC akan menjamu Persija Jakarta pada Jumat (24/10) pukul 19.00 WIB.
Bagi Madura United, laga ini adalah kesempatan emas untuk mematahkan rekor kandang tanpa kemenangan mereka.
Dari tiga laga kandang sebelumnya musim ini, pasukan Angel Alfredo Vera belum sekalipun meraup tiga poin (sekali kalah dan dua kali imbang).
Catatan itu menjadi cambuk semangat untuk segera dituntaskan di hadapan publik sendiri.
Setelah lama paceklik, kepercayaan diri Laskar Sape Kerrab tengah menguat usai meraih kemenangan tandang krusial 2-0 atas Dewa United pekan lalu.
Hasil itu tak hanya memutus tren lima laga tanpa kemenangan, tetapi juga menjadi titik balik penting.
"Kami sudah berlatih maksimal untuk bisa meraih hasil terbaik. Kami ingin tiga poin, apalagi di rumah sendiri kami belum menangkan laga,” ujar Pelatih Madura United Alfredo Vera.
Di kubu tim tamu, Persija Jakarta datang ke Pulau Garam dengan tekad kuat untuk tetap berada di jalur kemenangan.
Kemenangan meyakinkan 3-1 atas Persebaya pekan lalu menjadi bara yang menambah nyala semangat dalam hati seluruh pemain.
Gelandang Persija asal Brasil, Gustavo Franca, menatap laga ini dengan dada tegap.
Ia mengakui bahwa kemenangan melawan Persebaya hanyalah jeda dan masih ada celah yang perlu disempurnakan.
Persiapan pun terus dimatangkan meski waktu pemulihan dan latihan cukup singkat.
“Seperti yang disampaikan pelatih, persiapan kami berjalan baik meski waktunya terbatas. Kami tahu laga ini tidak akan mudah, tapi kami datang dengan motivasi dan kepercayaan diri penuh setelah hasil positif di pertandingan sebelumnya,” tutur Franca.
Dia dan kolega fokus pada persiapan diri sendiri, menjadikan pulang membawa kemenangan sebagai satu-satunya target.
Pertemuan Emosional Sang Peramu Strategi
Pelatih Persija Mauricio Souza masih menyimpan senyum pasca meraih kemenangan atas Persebaya.
Dia berharap di laga kontra Madura United, penampilan timnya tetap konsisten: bertahan lebih tangguh, menjaga jantung permainan, dan menyerang lebih tajam.
“Lawan Madura United tentu tidak mudah. Mereka baru saja meraih kemenangan di laga tandang dan memiliki tim yang bagus. Kami menghormati Madura United, tetapi kami datang dengan satu tujuan: menang,” tegas Mauricio.
Secara emosional, laga ini juga menjadi momen spesial bagi Souza.
Ia mengaku senang bisa kembali ke Pamekasan, kota yang pernah menjadi panggung dalam karier kepelatihannya saat menabur ide dan mimpi bersama Madura United pada Liga 1 2023/2024.
“Saya sangat senang bisa kembali ke Pamekasan, berada lagi di stadion ini, dan mengenang suasana yang hangat bersama masyarakat di sini,” pungkasnya.
Pertemuan ini akan menjadi adu strategi menarik antara dua pelatih yang sama-sama mengincar kemenangan penting di pekan kesepuluh Super League 2025/2026.***
Editor : Ibnu Yunianto