Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Persik Kediri vs PSIM Jogja: Duet Maut Ze Valente-Vidal Jadi Momok Ong Kim Swee

Dhian Harnia Patrawati • Rabu, 29 Oktober 2025 | 13:50 WIB

KURANG AGRESIF - Pemain Persik Kediri dan PSIM Yogyakarta dalam pertandingan pramusim.
KURANG AGRESIF - Pemain Persik Kediri dan PSIM Yogyakarta dalam pertandingan pramusim.
 

RADAR BALI – Persik Kediri akan menghadapi ujian berat saat bertandang ke markas pendatang baru, PSIM Jogja, pada lanjutan BRI Super League 2025/2026.

Laga pekan ke-10 ini akan digelar di Stadion Sultan Agung Bantul pada Jumat, 31 Oktober 2025, pukul 15.30 WIB.

Fokus utama tim berjuluk Macan Putih kini adalah mengatasi masalah mendasar mereka di awal musim: inkonsistensi dan produktivitas gol yang rendah.

Pelatih Persik Kediri Ong Kim Swee mengakui bahwa jeda latihan dimaksimalkan untuk mempertajam daya dobrak timnya.

Menurutnya, peningkatan agresivitas serangan adalah kunci untuk memutus rantai hasil minor dan memperbaiki posisi di klasemen sementara.

“Agresifitas serangan perlu adanya peningkatan untuk menuai hasil positif dan membawa Persik Kediri menduduki klasemen yang lebih baik,” ujar pelatih asal Malaysia itu.

Kebutuhan peningkatan ini sangat mendesak jika melihat rapor Persik di 9 laga awal Super League 2025/2026.

Dari sembilan pertandingan, Persik mencatatkan tiga kali kemenangan, dua hasil imbang, dan empat kali kekalahan. Hasil tersebut membuat Persik baru mampu mencetak 11 poin sehingga tercecer di peringkat 11 klasemen Super League.

Tak hanya itu, Persik juga baru memasukkan 10 gol namun sudah kebobolan 12 gol.

Ini menunjukkan kurangnya produktivitas gol dan mudahnya lini pertahanan kebobolan. 

Rata-rata gol memasukkan tim hanya 1.11 per pertandingan, sementara gawang mereka telah bobol 12 kali.

Ini mengindikasikan bahwa serangan cepat mereka belum diimbangi oleh soliditas pertahanan.

Oleh karena itu, Ong Kim Swee menilai laga melawan PSIM akan menjadi ujian penting untuk mengukur konsistensi permainan, terutama dalam hal efisiensi peluang.

Waspada Daya Kejut Laskar Mataram

Ong Kim Swee tak menampik bahwa PSIM sedang berada dalam tren positif.

Tuan rumah baru saja meraih kemenangan kandang 2-0 atas Dewa United pekan lalu dan kini berada dalam situasi yang lebih baik di klasemen.

Selain memperkuat lini serang, Persik juga diwajibkan untuk solid dalam bertahan.

Ong Kim Swee secara khusus menyoroti duo motor serangan PSIM, yakni Ezequiel Vidal dan Ze Valente, yang dikenal memiliki kemampuan menciptakan peluang berbahaya dari berbagai situasi.

“Kita tidak bisa memikirkan hanya satu pemain (Ze Valente), tetapi mereka mempunyai pemain yang berkualitas seperti Vidal dan beberapa lagi. Jadi kita harus memikirkan secara keseluruhan,” jelasnya.

Di kubu lawan, PSIM Jogja menyambut Persik dengan optimisme tinggi.

Kapten PSIM Reva Adi Utama menuturkan bahwa timnya berada dalam kondisi yang sangat baik dan siap memperpanjang tren kemenangan.

Keuntungan besar bagi Laskar Mataram adalah mereka kembali menjalani laga kandang secara beruntun.

"Kondisi yang bagus karena dua laga home, pemain lebih bagus recovery-nya karena tidak perlu away. Persiapan sangat bagus, tinggal nanti implementasi di lapangan," ungkap Reva.

Dengan motivasi membalas hasil kurang maksimal di laga sebelumnya dan komitmen penuh dari para pemain, Persik Kediri bertekad untuk mencuri poin dari Yogyakarta demi memperbaiki posisi di papan klasemen Super League 2025/2026.***

Editor : Ibnu Yunianto
#persik kediri #Reva Adi Utama #psim yogyakarta #Super League 2025 #PSIM Jogja vs Persik Kediri #ezequiel vidal #Ze Valente #ong kim swee