DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Suasana riuh menggema di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Bali, 30 Oktober 2025. Itu menandai dimulainya DC Basketball Competition 2025, sebuah ajang bergengsi yang digelar dalam rangkaian peringatan ulang tahun ke-5 DC Basketball.
Kompetisi yang berlangsung selama 11 hari, dari 30 Oktober hingga 9 November 2025, ini disambut antusias oleh para tim basket dari seluruh Bali. Sebanyak 15 klub basket se-Bali, bahkan satu klub dari Lombok, turut serta memeriahkan turnamen ini.
"Total ada 68 tim yang bertanding, baik putra maupun putri. Mulai dari kelompok umur 8, 12, dan 16 tahun," ungkap I Made Susila Darma, selaku Founder DC.
Memacu Pembinaan Usia Dini dan Pencarian Bakat. Susila Darma, yang juga menjabat sebagai Bidang Hukum Perbasi Kota Denpasar, menyebutkan bahwa klub terbanyak berasal dari Denpasar (9 klub), diikuti Badung (2 klub), Klungkung, Gianyar, hingga Singaraja. "Tahun depan semoga klub dari Tabanan dan Jembrana menyusul," harapnya.
Kompetisi ini tidak hanya sebatas pertandingan, tetapi juga menjadi panggung penting untuk pembinaan dan evaluasi. "Event ini juga sebagai ajang mencari bibit unggul hingga ajang evaluasi. Di sini kami evaluasi, termasuk juga evaluasi tim kami," jelas Susila Darma.
Ia berharap kompetisi ini dapat menjadi agenda rutin tahunan pada bulan November, sebagai persiapan krusial untuk menghadapi kejuaraan nasional (kejurnas) setiap bulan Desember.
Hadiah Total Rp 20 Juta dan Apresiasi Perbasi Bali
Sebanyak 10 tim akan bertanding di babak final dengan total hadiah mencapai Rp 20 juta yang diperebutkan untuk kategori usia 12 Putra/Putri, 14 Putra/Putri, dan 16 Putra/Putri.
Perwakilan Perbasi Bali, Made Wahyu Suryaputra, menyampaikan apresiasi tinggi. "Pertandingan kelompok umur ini sangat membantu kami di Perbasi Bali," katanya, berharap turnamen ini mampu melahirkan talenta basket usia dini dari seluruh Bali dan menjadi event berkelanjutan.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Denpasar. Wali Kota Denpasar yang diwakili Kadisdikpora Kota Denpasar, AA Gede Wiratama, berharap kompetisi ini terus berlanjut untuk pembinaan basket usia dini, guna "menggantikan seniornya."
AA Gede Wiratama juga berpesan kepada para atlet muda untuk menjunjung tinggi sportivitas. "Kalah menang biasa. Kalau kalah, latihan lagi. Cari strategi jitu, karena di lapangan bola bundar, jadi harus turut dengan perintah dan saran pelatih," pesannya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Founder DC Basketball atas inisiatif kompetisi ini yang telah menyediakan wadah bagi anak-anak.***
Editor : M.Ridwan