RADAR BALI – Atmosfer Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) diprediksi akan memanas pada Jumat (21/11/2025).
Bukan sekadar laga lanjutan pekan ke-13 BRI Super League, pertemuan antara Persib Bandung dan Dewa United kali ini membawa pertaruhan gengsi yang kental, diwarnai oleh memori persaingan sengit kedua tim di ajang pramusim dan kompetisi musim lalu.
Bagi tuan rumah, laga ini adalah ujian kedalaman skuad yang sesungguhnya. Setelah jeda kompetisi selama tiga pekan, Maung Bandung justru harus tampil pincang.
Pelatih Bojan Hodak dipastikan tidak bisa menurunkan komposisi terbaiknya karena absennya lima pilar utama sekaligus.
Sektor lini tengah dan belakang Persib menjadi yang paling terdampak. Adam Alis dan Federico Barba harus menepi karena masalah kesehatan dan cedera.
Sementara Luciano Guaycochea masih menjalani sanksi kartu merah yang diterimanya saat laga kontra Bali United.
Situasi semakin pelik dengan absennya dua pemain muda, Kakang Rudianto dan Robi Darwis, yang tengah menunaikan tugas negara bersama Timnas Indonesia U-23.
Kendati demikian, Bojan Hodak menolak untuk pesimistis. Ia menegaskan bahwa mentalitas Pangeran Biru tetap terjaga meski tanpa kekuatan penuh.
"Kami adalah tim yang dalam komposisi 100 persen, kecuali Adam, Barba, dan Lucho. Pemain lainnya sudah siap tempur," katanya.
"Saya berharap mereka yang mendapat kesempatan bisa menunjukkan permainan bagus demi hasil positif besok," ujar Bojan.
Pelatih asal Kroasia ini mengisyaratkan Adam Alis disimpan agar pulih total saat laga krusial berikutnya melawan Madura United.
Celah bagi Dewa United
Di sisi seberang lapangan, Dewa United datang dengan misi mencuri poin. Pelatih Jan Olde Riekerink menyadari betul angkernya GBLA dan reputasi besar Persib.
Namun, pelatih asal Belanda itu melihat celah yang bisa dimanfaatkan. Dia menilai gaya permainan Persib di bawah Bojan Hodak tidak banyak berubah, sebuah pola yang sudah ia pelajari dengan saksama.
"Tidak banyak perubahan, semua orang tahu bagaimana Bandung bermain. Strateginya masih sama seperti musim lalu," ungkap Jan Olde.
Pernyataan ini menyiratkan kepercayaan diri sang pelatih. Jan Olde seolah ingin membangkitkan kembali memori performa impresif anak asuhnya saat menghadapi tim-tim besar, layaknya intensitas yang pernah mereka sajikan di ajang Piala Presiden maupun saat finis sebagai runner-up musim lalu.
Meski ia mengakui atmosfer liga berbeda dengan turnamen pramusim, semangat juang "Anak Dewa" diharapkan bisa kembali menyala.
"Kami tahu tantangannya besar. Tapi kami adalah klub muda yang ingin mendapatkan tempat di kompetisi ini. Hanya tim yang bermain lebih baik yang akan menang," tegas Jan Olde, yang kini fokus membangun chemistry antara pemain lama dan baru di skuadnya.
Laga ini menjadi krusial bagi peta persaingan di klasemen sementara. Persib yang kini duduk di peringkat keempat dengan 19 poin butuh kemenangan untuk tetap bersaing di jalur juara.
Sementara itu, Dewa United yang masih tertahan di peringkat ke-14 dengan 10 poin, sangat membutuhkan momentum kebangkitan untuk memperbaiki posisi mereka musim ini.***
Editor : Ibnu Yunianto