Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

PSIM vs Bhayangkara FC: Paul Munster Usung Misi The Guardian Meringsek ke Papan Atas

Dhian Harnia Patrawati • Sabtu, 22 November 2025 | 01:14 WIB
EUFORIA - Selebrasi para pemain PSIM saat juara Liga 2 2024-2025.
EUFORIA - Selebrasi para pemain PSIM saat juara Liga 2 2024-2025.

RADAR BALI - PSIM Jogja akan menghadapi Bhayangkara FC dalam duel sengit pekan ke-13 Super League 2025/2026.

Pertandingan krusial ini akan digelar di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul pada Sabtu, 22 November 2025. Kick-off dimulai pukul 15.30 WIB.

Laga ini diprediksi berjalan ketat lantaran kedua tim menempati posisi yang berdekatan di klasemen sementara BRI Super League 2025/2026.

PSIM berada di posisi ke-5, tepat satu strip di atas Bhayangkara FC yang menempati posisi ke-6 dengan koleksi 18 poin.

Kemenangan akan sangat berarti untuk pergerakan kedua tim menuju papan atas.

Tim tamu, Bhayangkara FC datang ke Bantul dengan modal tren positif, yakni tiga kemenangan dan sekali imbang dalam beberapa pertandingan terakhir.

Meski begitu, PSIM tak gentar dengan performa stabil calon lawannya.

Pelatih Bhayangkara, Paul Munster, dalam konferensi pers pra-pertandingan, menegaskan bahwa timnya sudah berada dalam kondisi siap tempur untuk menghadapi laga tandang ini.

"Kami tentunya datang ke sini sudah bersiap. Jadi ya, kami fokus untuk pertandingan untuk meraih poin pada laga tandang kali ini," ujar Munster.

Munster, yang enggan membeberkan strategi maupun target spesifik, menekankan bahwa seluruh perhatian tim tertuju pada upaya meraih hasil maksimal.

"Ya, kami punya strategi untuk pertandingan ini. Jadi ya, kami perlihatkan para pemain di lapangan dan ya, saya tidak bisa mengatakan strateginya. Anda akan melihatnya besok," jelasnya.

Absennya I Putu Gede karena hukuman akumulasi kartu ditanggapi tenang oleh Munster.

Dia menyebut hal ini menjadi kesempatan bagi pemain lain untuk membuktikan diri.

"Ya, Gede diskors. Tapi seperti yang selalu saya katakan, ini memberikan peluang bagi pemain lain untuk tampil. Ini penting. Kami punya pemain yang berjuang untuk sebelas pemain utama," tutupnya.

Pemain Bhayangkara, Wahyu Subo Seto, juga memastikan seluruh skuad menjalani persiapan dengan disiplin dan fokus pada instruksi pelatih.

Saat ditanya soal kekalahan tipis dari PSIM musim lalu, Wahyu memberikan jawaban penuh makna, "Ya, kita lihat besok saja, Mas."

PSIM Tak Ubah Metodologi Latihan

Di kubu tuan rumah, Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, mengaku tidak ada persiapan spesial menjelang menghadapi Bhayangkara FC.

Dia menilai stabilnya performa The Guardian bukan alasan untuk mengubah metodologi latihan yang selama ini ia pakai.

"Bhayangkara hanya satu poin di bawah kita, mereka tampil baik, terorganisir dengan bagus, dan sangat disiplin. Tapi kami tidak mengubah apa-apa," kata Van Gastel.

Pelatih asal Belanda itu menegaskan tidak ada perubahan signifikan dalam persiapan tim, bahkan jika timnya berada dalam tren menang atau kalah beruntun.

"Kalau kami menang 10 kali beruntun atau kalah 10 kali beruntun, saya akan tetap melakukan hal yang sama. Metodologi saya tidak berubah apakah saya menang atau kalah," tegasnya.

PSIM juga masih menunggu kondisi dua pemain yang baru kembali dari Timnas U-22, yakni Raka Cahyana dan Cahya Supriadi.

Van Gastel mengisyaratkan pertimbangan khusus sebelum menurunkan keduanya, terutama untuk Raka yang sebelumnya bermain penuh.

Kapten PSIM, Reva Adi Utama, sependapat dengan pelatihnya dan meminta dukungan penuh dari suporter di laga akhir pekan nanti.

"Pertandingan besok kemungkinan besar akan sangat seru karena Bhayangkara juga sedang dalam tren positif, dan kami di PSIM juga sedang dalam tren bagus di beberapa pertandingan terakhir," ujar Reva.

"Kami berharap suporter bisa datang langsung ke stadion untuk mendukung kami, karena dukungan teman-teman sangat membantu. Setiap sorakan dan teriakan dari suporter memberikan energi lebih bagi para pemain," katanya.

"Saya berharap besok SSA bisa ramai, bisa penuh oleh suporter kami, agar PSIM bisa lebih bersemangat, bisa lebih berjuang keras di pertandingan besok," pungkas Reva.

Dengan posisi yang saling berdekatan di klasemen dan misi Bhayangkara untuk terus merangsek ke papan atas, laga ini dipastikan menjadi tontonan menarik yang sayang dilewatkan.**

Editor : Ibnu Yunianto
#wahyu subo seto #PSIM vs Bhayangkara FC #psim yogyakarta #Super League 2025 #Jean Paul van Gastel #paul munster #bhayangkara fc