Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Persebaya vs Arema: Perez Tak Instruksikan Marking Dalberto, Fokus Benahi Mental dan Detil Taktik

Dhian Harnia Patrawati • Sabtu, 22 November 2025 | 19:05 WIB
ANCAM GAWANG ERNANDO - Striker Arema Dalberto Luan Belo.
ANCAM GAWANG ERNANDO - Striker Arema Dalberto Luan Belo.


RADAR BALI - Duel sengit bertajuk Derbi Jatim antara Persebaya Surabaya dan Arema FC kembali memanaskan jagat sepak bola nasional.

Pertemuan kedua tim kali ini akan tersaji pada pekan ke-13 Super League 2025-2026. Laga Persebaya vs Arema FC dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, pada Sabtu (22/11/2025) pukul 15.30 WIB.

Pertarungan identitas, kebanggaan, dan sejarah panjang dua klub terbesar di Jawa Timur ini dipastikan akan menarik, terlepas dari posisi mereka di klasemen sementara.

Saat ini, Persebaya dan Arema FC berada di papan tengah, menempati peringkat ke-9 dan ke-8.

Kedua tim sama-sama datang bermodalkan hasil kurang memuaskan dari laga sebelumnya. Persebaya ditahan imbang 1-1 oleh Persik, sementara Arema FC harus mengakui keunggulan Persija 1-2.

Performa kedua tim musim ini memang terbilang naik turun. Sempat bersaing di posisi lima besar, Bajul Ijo dan Singo Edan kini harus berjuang kembali ke papan atas.

Meskipun Arema unggul produktivitas gol dengan perolehan poin yang sama (15), Persebaya masih menyimpan satu pertandingan lebih banyak.

Pertemuan ini sendiri bukan sekadar persaingan memperebutkan poin, melainkan juga sarat emosi dan gengsi yang telah terjalin sejak lama, dengan tensi panas yang selalu mewarnai di dalam maupun luar lapangan.

Rekor Buruk dan Kepercayaan Diri Arema di Laga Tandang

Menariknya, meskipun memiliki rekor buruk dengan catatan enam kekalahan beruntun di kandang Persebaya Surabaya, Arema FC datang dengan modal positif di musim ini.

Tim asuhan Marcos Santos terbilang garang saat melakoni laga tandang ketimbang performa di kandang sendiri yang kurang meyakinkan.

Singo Edan menelan empat kekalahan di kandang, namun mereka justru belum terkalahkan dalam lima kesempatan mentas di luar rumah.

Bermodalkan catatan away impresif ini, Arema FC yakin dapat membawa pulang poin penuh, terlepas dari bayangan rekor minor mereka di GBT.

Dominasi Persebaya Sejak 2012

Di sisi lain, Persebaya agaknya boleh berbangga hati melihat catatan pertemuan Head to Head (H2H) sejak 2012 atau 18 pertandingan terakhir.

Dalam kurun waktu tersebut, Persebaya berhasil meraih 10 kali kemenangan, berbalas 5 kali milik Arema FC, dan 3 kali berakhir imbang.

Bahkan, kali terakhir Bajul Ijo merasakan kekalahan dari Singo Edan adalah pada 15 Agustus 2019.

Saat itu, Arema membabat gawang Persebaya 4-0 di final Piala Presiden. Setelah momen itu, Arema FC selalu panen hasil minor.

Dominasi Persebaya semakin terlihat dalam lima pertemuan terakhir, di mana Arema belum pernah merasakan kemenangan, dengan rincian 1 kali imbang dan 4 kekalahan:

28/4/2025: Arema FC 1-1 Persebaya

7/12/2024: Persebaya 3-2 Arema FC

27/3/2024: Arema FC 0-1 Persebaya

23/9/2023: Persebaya 3-1 Arema FC

11/4/2023: Persebaya 1-0 Arema FC

Fokus Kolektif, Bukan Dalberto Luan

Di tengah intensitas persiapan yang meningkat, Pelatih Persebaya Eduardo Perez Moran memastikan tim memasuki fase persiapan paling serius.

Meskipun Arema FC datang dengan mesin gol paling tajam musim ini, Dalberto Luan Belo, Perez menolak menyederhanakan laga ini menjadi duel satu pemain melawan tim.

Pelatih asal Spanyol itu memastikan bahwa Persebaya tidak akan terjebak mengunci pergerakan satu sosok hingga membiarkan ruang lain terbuka. Rencana tim tetap kolektif, disiplin, dan kompak.

“Kita tahu Dalberto sekarang adalah pencetak gol terbanyak di liga. Tapi seperti biasa, saya sudah bilang, tidak hanya ada satu pemain,” ujar Perez Moran.

“Arema punya skuad sangat bagus, pelatih sangat berpengalaman, dan kita tidak fokus pada satu pemain.”

Hingga pekan ke-11, Dalberto Luan Belo telah memainkan delapan pertandingan dan mencetak sembilan gol. 

Derbi Adalah ‘El Clasico’, Pentingnya Mental dan Detail

Perez Moran memahami betul bagaimana derbi Jatim ini berdampak pada mental masyarakat Surabaya yang semua membahas satu laga panas ini.

Dia menganalogikan duel ini setara dengan rivalitas klasik di Eropa.

“Ini derbi. Saya tahu rivalitas antara Arema dan Persebaya. Bagi kami, ini pertandingan sangat penting. Saya rasa bahwa ini seperti duel El Clasico dan orang-orang selalu memperhatikan duel klasik ini,” tutur Perez Moran.

Bagi pelatih berlisensi UEFA Pro ini, duel dua klub besar di ujung Pulau Jawa ini memiliki bobot emosional yang melampaui papan klasemen.

Namun, dengan pengalaman panjangnya, ia memahami bahwa derbi tidak boleh membuat pemain hilang fokus.

Pendekatan mental dipertajam, detail taktik dipoles, dan komunikasi antarposisi diperbanyak.

“Kami mempersiapkan pertandingan dengan cara sama seperti semua pertandingan lainnya, tetapi kami mengetahui pentingnya laga ini,” pungkas Perez menggarisbawahi bahwa fokus Persebaya tetap pada peningkatan detail taktik dan ketahanan mental kolektif. ***

 

Editor : Ibnu Yunianto
#klasemen #Dalberto Luan Belo #skor #arema malang #hasil pertandingan #persebaya vs arema fc #Persebaya Surabaya #Super League 2025 #Eduardo Perez Moran