Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bali United vs Persis Solo: Mike Hauptmeijer Ungkap Dua Nama yang Paling Ditakuti di Laskar Sambernyawa

Dhian Harnia Patrawati • Minggu, 23 November 2025 | 17:32 WIB
BENTENG TERAKHIR PENGAMAN SERDADU TRIDATU : Penjaga gawang asing Bali United FC, Mike Hauptmeijer. (Miftahuddin/Radar Bali)
BENTENG TERAKHIR PENGAMAN SERDADU TRIDATU : Penjaga gawang asing Bali United FC, Mike Hauptmeijer. (Miftahuddin/Radar Bali)

RADAR BALI - Pertandingan krusial pekan ke-13 Super League 2025/2026 akan tersaji di Pulau Dewata.

Bali United akan menjamu Persis Solo dalam duel sengit yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, pada Minggu (23/11) malam pukul 20.00 WITA.

Laga ini bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga pertaruhan harga diri bagi kedua tim yang tengah berjuang keras mendongkrak posisi di papan klasemen.

Di tengah persiapan intensif tim, sorotan utama datang dari penjaga gawang andalan Bali United, Mike Hauptmeijer. Kiper asal Belanda ini secara khusus telah mengantisipasi pergerakan Laskar Sambernyawa, terutama dua pemain asing mereka dari Jepang.

Hauptmeijer menyebutkan bahwa ia mewaspadai duet Jepang di lini serang Persis Solo: Sho Yamamoto dan Kodai Tanaka."Saya sudah melakukan persiapan dengan pelatih kiper untuk antisipasi permainan lawan," ucap Mike

Hauptmeijer.Kewaspadaan Mike tidak lepas dari pengalaman pahit sebelumnya. Kodai Tanaka, penyerang yang juga menyatakan siap berjuang dan mencetak gol, adalah pemain yang pernah sukses membobol gawang Hauptmeijer saat laga uji coba di Solo pada Agustus lalu.

"Saya akan terus berjuang untuk mencetak gol bagi tim. Jadi saya akan mencoba yang terbaik," ujar Tanaka.

Persis Solo Kantongi Kelemahan, Bali United Siapkan Antisipasi

Pelatih Kepala Bali United, Johnny Jansen, memahami betul bahwa kemenangan 2-1 di laga uji coba tak bisa dijadikan patokan. Ia justru meningkatkan kewaspadaan, khususnya mengenai potensi kejutan taktik dari tim tamu.

"Mereka akan mengganti pelatih, mereka mengganti gaya permainan dan kami sudah mengantisipasi itu," kata Johnny Jansen.

Selama dua minggu terakhir, Serdadu Tridatu telah fokus pada latihan fisik dan taktik mendalam di Pemusatan Latihan Pantai Purnama.

Pelatih asal Belanda ini memastikan timnya telah siap menghadapi kekuatan lawan.

"Kami tahu Persis tim yang bagus, mereka punya struktur permainan yang bagus, tapi kami sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi mereka pada pertandingan besok," tegas Jansen.

Di kubu lawan, Pelatih interim Persis Solo, Tithan Suryata, mengklaim telah mengantongi strategi untuk meredam tuan rumah.

“Selama jeda internasional ini, kami memanfaatkan waktu dengan baik. Kami sudah melihat beberapa pertandingan yang dijalani Bali United. Kami sudah mengetahui kekuatan mereka dan cara mengantisipasinya,” ujar Tithan.

Juru taktik berusia 36 tahun itu menekankan soal pentingnya motivasi untuk memenangkan laga kali ini, memastikan Laskar Sambernyawa akan berusaha agar tak kehilangan poin.

“Yang pasti, motivasi jadi modal kami karena pada laga terakhir di kandang ketika tertinggal dua gol pada babak pertama dan kemudian bisa menyamakan kedudukan. Pada laga ini, kami tidak ingin kehilangan poin,” ujar dia.

"Kami sudah mengantongi kelemahan mereka. Jadi, kami harus mampu memanfaatkan ruang-ruang yang sudah dipetakan,” imbuhnya.

Sama-sama Pincang, Sama-sama Kuat

Kedua tim dipastikan bermain pincang dengan absennya sejumlah pemain kunci asing, tetapi baik Tithan maupun Jansen meyakini stok pemain lokal yang ada akan mengisi kekosongan.

Bali United datang dengan tantangan serius karena harus kehilangan dua pemain asingnya, Mirza Mustafic dan Tim Receveur, akibat akumulasi kartu.

Kondisi ini membuat Johnny Jansen berjanji akan memberikan kesempatan besar bagi pemain lokal dan muda, seperti Made Tito yang mulai pulih dari cedera.

Di sisi Persis Solo, mereka juga harus tampil tanpa dua pemain asing yakni gelandang Fuad Sule yang cedera hamstring dan striker Gervane Kastaneer yang kurang bugar setelah membela Tim Nasional Curacao di ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Meskipun demikian, Tithan tidak menganggap absennya lawan sebagai keuntungan.

“Menurut saya, Bali United masih memiliki pemain lainnya yang punya kualitas sama. Jadi, ini bukan menjadi halangan yang berarti bagi Bali United. Saya pikir kami sama-sama kuat,” kata dia.

Duel Krusial Demi Keluar dari Zona SulitLaga ini menjadi sangat penting mengingat posisi kedua tim di klasemen Super League 2025/2026 setelah menjalani 11 pertandingan.

Bali United wajib menang untuk berpotensi mendongkrak posisi mereka hingga ke peringkat kedelapan dan menjauh dari kejaran tim-tim papan tengah lain seperti Persebaya, Arema, PSM Makassar, dan Madura United.

Sementara itu, Persis Solo yang terpuruk di dasar klasemen (posisi 18) dan zona degradasi sangat membutuhkan tiga poin penuh.

Kemenangan akan membawa total poin mereka menjadi 9, menyamai tim di zona aman dan menjadi harapan terbesar untuk keluar dari jurang degradasi.

Laga di Stadion Dipta ini diharapkan menjadi titik balik, di mana kedua tim akan berjuang keras untuk mencapai target mereka di papan klasemen Super League 2025/2026.***

Editor : Ibnu Yunianto
#Johnny Jansen Bali United #persis #Gervane Kastaneer #Kodai Tanaka #Mike Hauptmeijer #made tito wiratama #Tithan Wulung Suryata #fuad sule #Super League #bali united #bali #Sho Yamamoto #bali united vs persis solo #gianyar