DENPASAR, Radar Bali.id – Akhirnya eksodus besar itu benar-benar terjadi. Mau tidak mau, Bali United Basketball mengalami perombakan pasca mundur dari ajang IBL musim ini.
Pelatih kepala Bali United, Rusta Wijaya, mengonfirmasi sejumlah pemain dan staf resmi meninggalkan tim. Sementara beberapa lainnya masih dalam proses negosiasi dengan klub lain.
Menyebar ke Sejumlah Klub
”Untuk pemain, sudah pindah Elgi ke Rajawali, Prameswara ke Hawks. Untuk pelatih S&C, Asep Nugroho sudah ke Hawks. Sebelumnya Neo dan Oka sudah dari awal pindah ke Pelita Jaya. Untuk pemain yang lain masih dalam negosiasi dengan klub-klub lain,” ujar Coach Rusta kepada koran ini, Minggu kemarin (23/11/2025).
Salah satu perpindahan yang paling menarik perhatian adalah kepindahan Anak Agung Gede Bagus Paramesvara atau Gungde ke Tangerang Hawks Basketball.
Rekrutan ini diharapkan mampu memperkuat rotasi lini kedua Hawks, terutama dari sisi pertahanan. Menariknya, Gungde belum pernah meninggalkan Pulau Dewata sepanjang karirnya.
Sebelum membela Bali United, Gungde sempat memperkuat Indonesia Patriots di IBL 2022. Namun selama bersama Bali United sejak 2023, ia tidak banyak mendapat menit bermain. Pada musim 2023–2024, Gungde hanya tampil dalam sembilan pertandingan dengan rata-rata kurang dari tiga menit per game.
Kesempatannya meningkat di musim 2025, ketika ia tampil dalam 11 laga dengan rata-rata 4,6 menit per pertandingan. Keunggulan utamanya adalah kemampuan rebound, yang menjadi alasan Hawks tertarik merekrutnya.
Tangerang Hawks sendiri menjadi salah satu tim paling aktif pada offseason kali ini. Sebelum mendatangkan Gungde, mereka lebih dulu menggaet Yesaya Saudale yang dilepas Pelita Jaya. Langkah-langkah agresif ini menunjukkan ambisi Hawks kembali tampil di Playoffs IBL setelah membuat rekor positif pada musim lalu.
Coach Rusta juga menegaskan bahwa pergerakan bursa transfer masih berlangsung. Terutama untuk tim Bali United yang sudah mempersilahkan pemainnya untuk mencari klub lain. ”Pemain yang lain masih dalam negosiasi dengan klub-klub lain,” tutupnya. [*]
Editor : Hari Puspita