Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Provinsi Bali di bawah kepemimpinan I Wayan Adi Arnawa, memasuki era baru dengan target ambisius : mengembalikan masa keemasan pencak silat Pulau Dewata. Usai dikukuhkan sebagai Ketua IPSI Bali periode 2025–2029, Bupati Badung ini menegaskan fokus pada penguatan pembinaan berjenjang, sertifikasi pelatih, dan ntensitas turnamen.
INI memang target yang tidak mudah. Adi Arnawa menyatakan bahwa pengurus baru akan bekerja secara terukur, tidak hanya dituntut menghasilkan atlet berprestasi, tetapi juga wajib menjaga nilai budaya yang melekat pada seni bela diri tersebut.
”Kami akan melakukan pembinaan yang lebih intensif dan sistematis. Sertifikasi pelatih akan kita dorong kembali agar kualitas pembinaan meningkat. Di sisi lain, atlet harus punya ruang lebih banyak mengikuti turnamen sebagai parameter evaluasi pembinaan,” tegas Adi Arnawa.
Fokus pada Pembinaan dan Cita-cita Olimpik
Sekretaris Jenderal PB IPSI, Teddy Suratmadji, menyambut baik arah pembinaan baru Bali. Ia menyoroti perkembangan pesat pencak silat yang kini dipertandingkan di 83 negara, membuka peluang besar menuju panggung Olimpiade. Teddy menilai penguatan struktur daerah seperti yang dilakukan Bali sangat krusial agar Indonesia mampu melahirkan atlet kelas dunia.
"Pengurus baru IPSI Bali punya tantangan sekaligus peluang besar. Bali pernah berjaya, dan saya berharap kejayaan itu bisa dikembalikan. Apalagi Bali dikenal sebagai lumbung atlet kategori seni," ujar Teddy.
KONI Targetkan Enam Emas PON Riau Jadi Tolok Ukur
Ketua KONI Bali, I Gusti Ngurah Oka Darmawan, memberikan tolok ukur yang spesifik bagi kepengurusan baru. Ia meminta target IPSI Bali merujuk pada performa terbaik yang pernah dicapai pada PON Riau, di mana kontingen Bali sukses meraih enam medali emas dari cabang pencak silat.
Menurut Oka Darmawan, prestasi tersebut harus menjadi target minimal yang disamai atau dilampaui.
”Target kita jelas: bisa menyamai atau melampaui capaian enam emas di PON Riau. Dengan kepengurusan yang baru dan penguatan program pembinaan, saya optimistis pencak silat Bali bisa kembali ke papan atas nasional,” katanya optimis.
Dengan sinergi antara IPSI, PB IPSI, dan KONI Bali, kepengurusan baru ini diharapkan mampu mengukir kembali kejayaan pencak silat di tingkat nasional dan internasional.[*]
Editor : Hari Puspita