Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kejurnas Panjat Tebing XIX 2025, Raih Satu Emas, Desak Rita Jadi Penyelamat

I Wayan Widyantara • Senin, 1 Desember 2025 | 01:35 WIB

 

SATU-SATUNYA MEDALI:  Desak Rita (merah) di atas podium juara di Kejurnas Semarang
SATU-SATUNYA MEDALI: Desak Rita (merah) di atas podium juara di Kejurnas Semarang

BULELENG, radarbali.jawapos.com - Kontingen panjat tebing Provinsi Bali menutup Kejuaraan Nasional Panjat Tebing XIX FPTI 2025 di Semarang dengan raihan satu medali emas.

Satu–satunya kepingan emas tersebut dipersembahkan oleh atlet Buleleng, Desak Made Rita Kusuma Dewi, yang tampil gemilang di arena GOR Jatidiri, Sabtu (29/11).

Dengan hasil itu, Bali menempati peringkat keenam klasemen akhir nasional, sebagaimana tercantum dalam dokumen resmi hasil kejuaraan. Provinsi Bali mengumpulkan total satu medali emas tanpa tambahan perak maupun perunggu.

Ketua Umum FPTI Buleleng, Dr. H. Wahjoedi, menyampaikan apresiasi besar atas pencapaian tersebut. Dalam keterangannya kepada Radar Bali, ia menegaskan bahwa keberhasilan Desak Rita menjadi bukti bahwa kualitas atlet-atlet Buleleng mampu bersaing di level nasional.

”Selamat buat Provinsi Bali yang berhasil duduk pada Peringkat 6 Kejurnas XIX Tahun 2025 dengan 1 emas melalui atlet andalan Buleleng, Desak Made Rita Kusuma Dewi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa capaian ini adalah hasil kolaborasi banyak pihak, mulai dari pelatih hingga pembina yang selama ini setia mendampingi para atlet.

 Baca Juga: Awas Kena Bajak! BRIDA Buleleng Dorong UMKM & Seniman Segera Daftarkan HAKI, Ini Penyebabnya

”Semoga perjuangan seluruh pelatih dan pembina panjat tebing Bali dapat terus mendongkrak prestasi Provinsi Bali pada level nasional maupun internasional,” kata Wahjoedi.

Dalam wawancara lanjutan, Wahjoedi menjelaskan bahwa Bali mengirim total sembilan atlet pada Kejurnas XIX kali ini, terdiri dari lima atlet putra dan empat atlet putri. Dari sembilan atlet tersebut, empat berasal dari Kabupaten Buleleng, sementara lima lainnya dari kabupaten/kota lain di Bali.

”Jumlah atlet sembilan orang. Empat dari Buleleng, lima lainnya tersebar dari kota/kabupaten lain. Raihan medali Bali hanya satu emas, sesuai hasil resmi,” tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan klasemen akhir yang diterbitkan panitia, tidak ada raihan medali perak maupun perunggu bagi kontingen Bali.

Tuan rumah Jawa Tengah menempati posisi ketiga, sementara Jawa Timur memastikan diri sebagai juara umum dengan lima emas, tiga perak, dan nol perunggu.

Walau bangga dengan torehan emas dari Desak Rita, FPTI Bali mengakui bahwa hasil ini sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan prestasi pada gelaran berikutnya. Pengiriman atlet yang merata dari beberapa kabupaten/kota disebut masih memerlukan penguatan pembinaan agar peluang medali bisa lebih besar.

 Baca Juga: Kisah di Balik Jeruji Lapas Tabanan Melawan Stigma Negatif: Para Warga Binaan itu Sulap Toilet TK Rusak

”Capaian ini menjadi penyemangat, tapi tentu juga menjadi evaluasi. Kami berharap daerah-daerah bisa memperkuat pembinaan usia dini agar ke depan Bali tidak hanya mengandalkan satu-dua atlet dalam perebutan medali,” kata Wahjoedi.

Dukungan dari FPTI Bali juga telah tertuang dalam Surat Keputusan Pengurus Provinsi FPTI Bali, yang menetapkan manajer, pelatih, official, dan daftar atlet yang dikirim ke Semarang. Dokumen tersebut diteken Ketua Umum FPTI Bali Putu Yudi Atmika pada 16 November 2025.

Dengan selesainya Kejurnas XIX, FPTI Bali menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas latihan, memperbanyak try out, serta memperkuat sinergi antara kabupaten/kota demi menambah pundi prestasi pada tahun-tahun mendatang.***

Editor : M.Ridwan
#Desak Rita #medali emas #semarang #kejurnas panjat tebing