RADAR BALI - Persis Solo tengah bergerak cepat dalam pencarian dan penunjukan pelatih kepala baru menyusul keputusan berpisah dengan Peter de Roo.
Saat ini, Laskar Sambernyawa dipimpin sementara oleh pelatih caretaker Tithan Suryata, namun manajemen menargetkan pelatih definitif segera diumumkan untuk menghadapi paruh kedua musim Super League 2025/2026.
Pergantian kepemimpinan ini didorong oleh performa tim yang belum memuaskan.
Persis Solo saat ini terperosok di posisi juru kunci, peringkat ke-18, hanya mengoleksi tujuh poin dari 13 pertandingan yang telah dijalani.
Direktur Utama Persis Ginda Ferachtriawan memastikan manajemen telah melakukan langkah maju yang signifikan.
Proses penentuan nakhoda anyar diklaim sudah memasuki tahap finalisasi, bahkan manajemen sudah melakukan wawancara mendalam dengan para kandidat.
"Manajemen sudah melakukan wawancara untuk mengetahui rencana jangka pendek bagi perbaikan tim, termasuk pendekatan yang akan dia pilih setibanya di Solo nanti," ungkap Ginda dikutip dari situs operator Super League.
Selain itu, manajemen juga telah berdiskusi dengan calon pelatih mengenai potensi penambahan amunisi skuad jelang bursa transfer.
Manajemen berharap sosok pelatih baru ini sudah dapat memimpin persiapan tim sebelum laga pekan ke-15 melawan Dewa United FC yang dijadwalkan pada Sabtu, 20 Desember 2025 mendatang.
Tiga Nama Kandidat Kuat
Di tengah proses finalisasi ini, tiga nama pelatih santer dirumorkan menjadi kandidat terkuat untuk menukangi skuad Persis Solo.
Ketiganya memiliki latar belakang dan rekam jejak yang berbeda, baik dari sisi pengalaman di Indonesia maupun secara internasional.
1. Miljan Radovic
Pelatih asal Montenegro berusia 50 tahun ini cukup dikenal publik sepak bola Indonesia.
Radovic memiliki julukan "The Professor" saat aktif bermain sebagai gelandang, khususnya ketika membela Persib Bandung (2011–2013).
Setelah gantung sepatu, ia sempat menjabat sebagai pelatih kepala Persib pada 2019.
Saat ini, Radovic masih aktif melatih klub Al-Ramtha SC di Liga Pro Yordania. Ia dikenal sering menggunakan formasi 4-2-3-1.
2. Leonardo "Leo" Neiva
Neiva adalah pelatih berkebangsaan Brasil berusia 48 tahun yang membawa warna kepelatihan internasional.
Dengan lisensi Pro UEFA, Neiva memiliki pengalaman luas melatih di berbagai benua, termasuk Amerika Selatan, Afrika, dan Asia (seperti Thai Honda FC).
Jika terpilih, Neiva akan menjadi wajah baru di Super League karena belum pernah menangani klub Indonesia. Formasi yang disukainya adalah 4-2-3-1.
3. Milomir "Milo" Seslija
Nama yang paling akrab dengan Super League adalah Milomir Seslija.
Pelatih asal Bosnia-Herzegovina berusia 61 tahun ini memiliki rekam jejak panjang di Indonesia karena pernah melatih klub-klub besar seperti Arema FC (memenangkan Piala Bhayangkara 2016), Madura United, PSM Makassar, dan Borneo FC.
Menariknya, Milo Seslija adalah pelatih Persis Solo sebelum Peter de Roo dan kini dirumorkan kembali menjadi kandidat.
Dia dikenal dengan pendekatan permainan menyerang 4-3-3.
Ketiga kandidat ini menawarkan kelebihan yang beragam, mulai dari koneksi mendalam dengan liga (Radovic dan Seslija) hingga perspektif kepelatihan internasional yang baru (Neiva).
Seluruh elemen pendukung Persis Solo kini menanti pengumuman resmi dari manajemen dengan harapan nakhoda baru dapat membawa perubahan signifikan bagi tim di sisa musim.***
Editor : Ibnu Yunianto