Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tak Hanya Melawan Angin dan Bersaing dengan Juara Dunia: I Wayan Wiranatha, Bersaing Kiteboarding di Medan Tricky SEA Games Thailand

I Wayan Widyantara • Kamis, 11 Desember 2025 | 17:45 WIB
LATIHAN DULU : Atlet Bali, I Wayan Wiranatha (kiri) dan pelatih sekaligus Ketua Porlasi Bali, Astika Oye, mempersiapkan alat sparing latihan dengan atlet negara lain di Thailand.(Foto Porlasi Bali)
LATIHAN DULU : Atlet Bali, I Wayan Wiranatha (kiri) dan pelatih sekaligus Ketua Porlasi Bali, Astika Oye, mempersiapkan alat sparing latihan dengan atlet negara lain di Thailand.(Foto Porlasi Bali)

 

Langit Teluk Thailand menjadi saksi persiapan intensif I Wayan Wiranatha, satu-satunya atlet kiteboarding asal Bali yang mengibarkan Merah Putih di ajang SEA Games 2025. Bersama tim Indonesia, Wiranatha kini memasuki fase krusial, berjuang menaklukkan medan latihan yang menantang dan mematangkan mental sebelum hari perlombaan pada 14 Desember.

TANTANGAN yang unik, menarik, bagi Wiranatha. Perjalanan menuju SEA Games ini bukan sekadar kompetisi. Melainkan pertarungan melawan raksasa Asia dan tantangan alam yang licik.

Pelatih sekaligus Ketua Porlasi Bali, Astika Oye, yang mendampingi tim, mengakui bahwa arena latihan di Thailand jauh dari kata mudah. Dalam sesi sparing yang dijalani, tim harus menghadapi kondisi angin yang sulit diprediksi.

"Kemarin kami sudah melakukan tiga race sparring. Angin di sini banyak gusty-nya (angin yang datang tiba-tiba dan tidak stabil) karena pengaruh arahnya dari daratan ke laut, juga pengaruh dari gedung-gedung tinggi," ungkap Oye, Rabu (10/12/2025).

Oye menggambarkan arena di Thailand sebagai medan yang "sangat tricky". Dalam formula kiteboarding yang menuntut kecepatan dan ketepatan, setiap kesalahan memiliki konsekuensi fatal.

"Karena ini racing, ketika ada satu kesalahan, kita sudah bisa memastikan paling belakang. Perlu konsentrasi penuh untuk menyatu dengan alat, menyatu dengan alam," tegas Oye, menekankan perlunya fokus 100 persen.

Target Realistis di Tengah Persaingan Kelas Dunia

Setibanya di Thailand pada Minggu (7/12), Wiranatha dan tim menyadari beratnya persaingan yang harus dihadapi. Tim lawan bukanlah lawan sembarangan.

Melihat peta persaingan yang didominasi atlet kelas dunia ini, Oye menetapkan target yang sangat realistis untuk Indonesia.

"Target medali perunggu menjadi sasaran paling logis bagi kami," ujarnya.

Kendati demikian, Wiranatha dan tim bertekad memberikan penampilan terbaik, menjadikan target tersebut sebagai pemacu semangat untuk menciptakan kejutan di tengah dominasi lawan.

Inspirasi untuk Pulau Dewata

Kehadiran Wiranatha sebagai satu-satunya perwakilan Bali di cabang olahraga layar pada SEA Games ini membawa beban dan sekaligus harapan besar.

Sebagai putra daerah, ia diharapkan tidak hanya mengharumkan nama Indonesia tetapi juga menjadi inspirasi nyata bagi atlet-atlet muda di Pulau Dewata.

Dengan segala tantangan di depan mata, Wayan Wiranatha kini siap memasuki babak akhir persiapan. Dengan tekad kuat dan fokus penuh, ia siap mengibarkan Merah Putih di atas ombak Thailand, membawa harapan masyarakat Bali dan seluruh bangsa Indonesia.[*]

Editor : Hari Puspita
#SEA Games 2025 #even internasional #atlet bali #Kiteboarding