RADAR BALI - Laga pamungkas akhir tahun antara Persik Kediri melawan Persis Solo pada 27 Desember 2025 dipastikan akan menjadi ajang adu taktik dua pelatih yang baru menduduki kursinya.
Di kubu Macan Putih, ada wajah baru Marcos Reina, sementara Laskar Sambernyawa kembali memanggil juru taktik berpengalaman, Milomir Seslija.
Pelatih anyar Persik Kediri Marcos Reina bergerak cepat untuk mengakrabkan diri dengan tim barunya setelah didatangkan pada awal Desember.
Juru taktik asal Spanyol ini langsung tancap gas dengan menghidangkan menu latihan berupa laga internal antar pemain. Laga internal digelar karena Persik kesulitan mencari lawan tanding eksternal.
Strategi tersebut dipilih untuk mempercepat proses pengenalan terhadap karakter dan kualitas skuad Macan Putih dalam waktu yang relatif singkat.
Manajer Persik Kediri Syahid Nur Ichsan menjelaskan bahwa pekan pertama kedatangan pelatih berusia 40 tahun ini memang dikhususkan untuk membangun kedekatan, baik melalui dialog maupun perencanaan latihan.
"Pada internal game kemarin pelatih sangat puas apa yang sudah berjalan seminggu ini, terutama antusiasme semua pemain bersama-sama menjalankan menu latihan," ucap Manajer Persik Syahid Nur Ichsan dikutip dari I.League.id.
Coach Lama Bergabung Kembali: Milomir Seslija
Di sisi lawan, Persis Solo membuat gebrakan dengan memanggil kembali sosok yang pernah membawa tim bangkit: Milomir Seslija.
Penunjukan Milo bukanlah kali pertama; ia pernah menukangi Persis pada periode Januari hingga Oktober 2024.
Selama masa baktinya yang pertama, Milomir Seslija tercatat memimpin Persis Solo dalam 23 pertandingan dengan catatan impresif: 11 kemenangan, 2 seri, dan 10 kekalahan.
Angka ini menghasilkan persentase kemenangan 47,83 % dengan rata-rata perolehan poin per pertandingan mencapai sekitar 1,52.
Prestasi tersebut menunjukkan bahwa Persis adalah tim yang punya kemampuan besar untuk memenangkan pertandingan di bawah arahannya.
Di bawah Milo, permainan Persis dikenal efektif dan pragmatis, piawai dalam menciptakan dan memanfaatkan peluang di sepertiga akhir lapangan, yang bahkan membuat Moussa Sidibe menemukan kembali ketajaman dan performa "menggila"-nya.
Namun, penurunan kinerja tim di awal musim 2024/2025 sempat berujung pada perpisahan.
Kini, dengan kembali ditunjuknya Milo, manajemen Persis Solo jelas berharap ia mampu mengulang keajaiban periode pertamanya, khususnya untuk mengangkat tim dari posisi juru kunci.
"Saya tahu situasi di klub, tantangannya besar dan saya memutuskan untuk datang ke Solo. Kesuksesan dalam sepak bola dimulai dengan keyakinan," terang mantan pelatih Borneo FC ini.
Milo fokus untuk menanamkan kembali mentalitas pemenang dan memperbaiki efektivitas serangan.
Pertandingan pertama Milo setelah kembali adalah lawatan ke kandang Dewa United (20/12). Setelah itu, Persis akan melawat ke Kediri untuk menantang Persik pada Sabtu, 27 Desember 2025.
Bagi Marcos Reina, laga kandang melawan Persis Solo ini, setelah menghadapi Persita Tangerang (21/12), akan menjadi tolok ukur awal keberhasilan adaptasinya. Persik sendiri saat ini masih berjuang untuk memperbaiki posisi di klasemen Super League.
Laga ini semakin menarik karena keduanya membawa misi yang sama: misi penyelamat. Reina datang untuk mengangkat Persik dari posisi kurang menguntungkan, sementara Milo kembali untuk membawa Persis merangkak naik dari posisi bawah.
Persikmania Bisa Hadir di Stadion Brawijaya
Kabar baik untuk Persikmania! Laga kandang penutup tahun saat menjamu Persis Solo, yang merupakan partai tunda pekan ke-8 BRI Super League 2025/26, dipastikan bisa disaksikan langsung di Stadion Brawijaya Kota Kediri pada 27 Desember.
Kepastian ini didapat setelah Panpel Persik Kediri memperoleh izin dari pihak kepolisian setempat.
Ketua Panpel Persik Kediri Tri Widodo berharap agar Persikmania dapat menjaga kondusifitas keamanan dan hadir langsung untuk memberikan dukungan yang akan menjadi motivasi lebih bagi para pemain.***
Editor : Ibnu Yunianto