Sah! PSSI Tunjuk John Herdman Latih Timnas Indonesia, Ini Profil Empat Asistennya
Dhian Harnia Patrawati• Sabtu, 20 Desember 2025 | 16:10 WIB
John Herdman
RADAR BALI – Teka-teki mengenai siapa nakhoda baru Tim Nasional Indonesia akhirnya terjawab.
Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) telah menunjuk pelatih asal Inggris, John Herdman, untuk menangani skuad Garuda.
Keputusan krusial ini diambil dalam rapat Komite Eksekutif (Exco) yang berlangsung pada Kamis malam, 18 Desember 2025.
Berdasarkan informasi dari sumber internal PSSI, seluruh anggota Exco telah menyepakati nama Herdman.
Pelatih berusia 50 tahun tersebut berhasil menggeser kandidat kuat lainnya, yakni Giovanni van Bronckhorst.
Pelatih asal Belanda itu sebelumnya juga masuk dalam bursa calon juru taktik Indonesia yang telah diperas dari lima nama menjadi dua nama.
Kepala Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji membenarkan bahwa PSSI telah menetapkan pilihan setelah melalui dua kali rapat intensif pada Rabu dan Kamis malam.
Meski belum merinci waktu penandatanganan kontrak secara resmi, nama Herdman dijadwalkan akan segera diumumkan Ketua PSSI Erick Thohir kepada publik setelah kembali dari SEA Games Thailand.
Profil John Herdman: Spesialis Piala Dunia
Penunjukan John Herdman bukan tanpa alasan. PSSI menetapkan kriteria tinggi, yakni pelatih yang memiliki rekam jejak membawa sebuah negara lolos ke putaran final Piala Dunia.
Kriteria ini terpenuhi dengan gemilang oleh Herdman saat ia berhasil membawa timnas putra Kanada tampil di Piala Dunia 2022 Qatar.
Prestasi tersebut mengakhiri penantian panjang negara tersebut selama 36 tahun.
Tak hanya di kategori pria, tangan dingin Herdman juga terbukti di sepak bola wanita.
Dia sukses mempersembahkan medali perunggu bagi Kanada pada Olimpiade 2012 London dan Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, serta medali emas di Pan American Games 2011.
Media asal Honduras, Diario Diez, turut menyoroti kepindahan Herdman ke Indonesia. Mereka menyebut Indonesia telah mendapatkan pelatih visioner yang sangat disiplin.
"PSSI mencari pelatih yang berpengalaman membawa sebuah negara lolos Piala Dunia. Kepergian Herdman membuat negara-negara CONCACAF seperti Honduras dan Jamaika kehilangan pelatih elite," tulis media tersebut.
Herdman memang sempat mendapat tawaran dari Honduras dan Jamaika untuk melatih timnas kedua negara Amerika Selatan tersebut.
Profil Empat Asisten Pelatih John Herdman
Dalam menjalankan tugasnya di Indonesia, John Herdman diprediksi akan membawa gerbong asisten yang selama ini menjadi orang kepercayaannya, baik di Timnas Kanada maupun Toronto FC.
Berikut adalah profil singkat empat asisten yang akan membantu Herdman:
1. Eric Tenllado
Pria asal Spanyol ini merupakan sosok kunci di bidang performa. Tenllado menjabat sebagai Asisten Pelatih dan Kepala Bidang Performa saat mendampingi Herdman di Toronto FC dan Timnas Kanada pada Piala Dunia 2022.
Memiliki latar belakang tujuh tahun di akademi Espanyol, ia dikenal sangat ahli dalam pengembangan pemain muda.
2. Simon Eaddy
Pelatih kiper berusia 54 tahun ini adalah kolaborator lama Herdman sejak di Selandia Baru dan Kanada.
Eaddy memiliki pengalaman luas menangani tim nasional di berbagai ajang besar, termasuk Piala Dunia 2022 dan CONCACAF Nations League.
Dia dikenal sebagai pakar teknologi kepelatihan untuk posisi penjaga gawang.
3. Robyn Gayle
Mantan pemain sepak bola wanita Kanada ini bertugas sebagai Pelatih Performa dan Kebugaran.
Gayle adalah sosok kepercayaan yang selalu ada di sisi Herdman dalam turnamen besar, mulai dari Olimpiade Rio 2016 hingga Piala Dunia Qatar 2022.
Dia bertanggung jawab memastikan fisik pemain berada pada level tertinggi.
4. Alex Dodgshon
Di usianya yang masih muda (30 tahun), Dodgshon telah menjadi andalan Herdman di bagian analisis data dan strategi.
Dia berperan penting dalam membedah kekuatan lawan dan memberikan masukan taktis melalui analisis video di ajang Gold Cup dan kualifikasi Piala Dunia.
Anggota Exco PSSI Endri Erawan sebelumnya menegaskan bahwa pelatih terpilih harus berkomitmen penuh untuk memajukan sepak bola tanah air.
Selain target lolos ke Piala Dunia, pelatih baru diharapkan bisa berkontribusi pada pengembangan pelatih lokal serta membangun kedekatan dengan klub-klub Liga 1 dan Liga 2.
"Target kami pelatih itu harus all-out. Harus punya pengalaman bagus meloloskan ke Piala Dunia dan berkontribusi ke pelatih lokal," tegas Endri.
PSSI sebelumnya kecewa dengan tim pelatih yang dibawa Patrick Kluivert karena memilih untuk tetap tinggal di Belanda.
Mereka baru datang ke Indonesia beberapa hari menjelang agenda FIFA. Hal tersebut menyebabkan Timnas Indonesia kurang mendapatkan waktu untuk berlatih bersama.
Hasilnya adalah kegagalan Timnas Indonesia lolos kualifikasi Piala Dunia 2026. ***