RADAR BALI - Penjaga gawang tim nasional Indonesia, Maarten Paes, akhirnya angkat bicara mengenai rumor kepindahannya ke klub Liga 1, Persib Bandung.
Melalui pernyataan resminya, Paes membantah kabar yang menyebutkan bahwa ia akan meninggalkan klub Liga Amerika Serikat (MLS), FC Dallas, pada bursa transfer musim dingin ini.
Paes mengingatkan para penggemar sepak bola di tanah air agar lebih selektif dalam menyaring informasi.
Pacar model Luna Bijl ini menegaskan bahwa kabar yang beredar selama beberapa hari terakhir tidak memiliki dasar yang jelas.
"Jangan percaya semua yang kamu baca di berita! Aku sudah membaca banyak rumor beberapa hari terakhir dan jujur saja aku tidak tahu dari mana asalnya," tulis Paes melalui akun resminya di platform X pada Jumat.
Sebelumnya, nama Paes gencar dikaitkan dengan Persib Bandung setelah kontraknya di Amerika Serikat diisukan segera berakhir pada akhir 2025.
Maung Bandung pun disebut-sebut memiliki ketertarikan besar untuk memboyong mantan kiper FC Utrecht tersebut demi memperkuat lini pertahanan mereka.
Namun, hingga saat ini, pihak Persib belum memberikan tawaran konkret secara resmi.
Alih-alih bersiap untuk pindah klub, penjaga gawang berusia 27 tahun ini menyatakan bahwa dirinya saat ini sedang fokus pada persiapan fisik menjelang musim baru sembari menghabiskan waktu luang di Asia.
"Untuk saat ini aku sedang bekerja keras di luar musim kompetisi dan menikmati liburan di Asia. Terima kasih atas pengertiannya," tambah Paes dalam unggahannya.
Secara administratif, spekulasi kepindahan Paes memang terganjal oleh durasi kontrak yang masih panjang.
Berdasarkan catatan transfer, Maarten Paes masih terikat kontrak profesional dengan FC Dallas hingga 31 Desember 2025. Namun, Dallas punya opsi untuk memperpanjang kontrak Paes hingga 2027.
Dengan adanya bantahan langsung ini, harapan bobotoh untuk melihat Paes berseragam Persib dalam waktu dekat dipastikan belum akan terwujud.
Fokus sang kiper tetap tertuju pada kariernya di Amerika Serikat dan komitmennya bersama Timnas Indonesia.***
Editor : Ibnu Yunianto