RADAR BALI - Persaingan perebutan takhta juara paro musim Super League 2025/26 kini ikut ditentukan oleh peran Malut United.
Meski secara posisi di klasemen masih terpaut cukup jauh dari puncak, klub kaya raya asal Maluku Utara ini terbukti menjadi "kerikil tajam" yang siap menjegal ambisi tim-tim raksasa.
Setelah sukses merepotkan Persija Jakarta dan membungkam sang juara bertahan Persib Bandung, kini giliran pemuncak klasemen Borneo FC yang berada dalam ancaman serius.
Kedua tim dijadwalkan bentrok dalam laga tunda pekan kedelapan di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Minggu (28/12/2025).
Malut United di bawah asuhan Hendri Susilo bertransformasi menjadi momok bagi penghuni papan atas.
Catatan impresif mereka dimulai saat menahan imbang Persija 1-1 di kandang lawan pada Agustus lalu.
Kejutan terbesar terjadi pada 14 Desember, saat Laskar Kie Raha menghajar Persib Bandung 2-0, sekaligus memutus tren kemenangan beruntun Maung Bandung.
"Dengan kemenangan ini (Malut vs Persib dan PSM), tentu persaingan di papan atas jadi semakin ketat," kata Coach Hendri Susilo.
"Tapi kami tidak memikirkan klasemen. Kami ingin step by step, fokus dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya," lanjutnya.
Kemenangan Malut atas Borneo FC nantinya tidak hanya berdampak bagi posisi mereka sendiri, tetapi juga peta juara.
Jika Borneo tumbang dan Persib mampu mengatasi PSM Makassar, maka puncak klasemen akan berpindah tangan ke Bandung, memberikan tekanan psikologis besar bagi Pesut Etam.
Borneo FC Tiadakan Latihan Resmi di Ternate
Borneo FC datang ke Ternate dengan kondisi yang kurang ideal. Sempat perkasa dengan menyapu bersih 33 poin di 11 laga awal, performa tim asuhan Fabio Lefundes mulai menurun dan gagal meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir.
Menghadapi jadwal yang padat dan perjalanan jauh, eks pelatih Persita Tangerang itu mengambil keputusan berani dengan meniadakan sesi latihan resmi di Stadion Gelora Kie Raha.
Dia memilih memberikan waktu istirahat total bagi anak asuhnya demi menjaga kebugaran.
"Kita lebih pilih pemain istirahat ya daripada nanti kita datang tapi percuma juga nanti mereka tidak bisa maksimal," katanya.
"Karena kemungkinan bisa terjadi masalah jika kita melakukan OT sore ini, ada pemain yang bisa cedera," jelas Fabio.
Meski tidak menjajal rumput stadion sebelum laga, Fabio memastikan Douglas Coutinho dan kawan-kawan tetap mendapatkan arahan teknis.
Materi strategi tetap diberikan secara intensif di luar lapangan agar tim tetap siap tempur menghadapi determinasi tuan rumah.
Laga yang akan berlangsung pukul 15.30 WIT ini menjadi ujian krusial bagi Borneo FC.
Apakah mereka mampu bangkit dari tren negatif, atau justru menjadi korban "pembunuhan raksasa" berikutnya oleh Malut United di Stadion Kie Raha?***
Editor : Ibnu Yunianto