RADAR BALI – Pertandingan pekan ke-16 BRI Liga 1 2025/2026 antara Persis Solo melawan Persita Tangerang di Stadion Manahan, Minggu (4/1/2026) malam, berakhir ricuh.
Sebanyak 73 oknum suporter tuan rumah ditangkap pihak kepolisian usai laga karena melakukan pelanggaran berat di area stadion. Tak hanya itu, Persis yang kalah 1-3 dari Persita juga terancam kena sanksi dari pengelola Liga.
Kapolresta Solo Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo mengakui pihaknya melakukan penangkapan dilakukan terhadap puluhan suporter yang kedapatan melakukan pelanggaran berat di dalam area stadion.
“Penindakan dilakukan karena para suporter tersebut kedapatan membawa flare, petasan, serta berada dalam pengaruh minuman keras,” ujar Kombes Catur.
Dalam operasi pengamanan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti yang membahayakan keselamatan. Antara lain, 72 unit red flare, 6 unit smoke bomb, 5 unit pipa asap, dan 6 buah petasan.
Para oknum suporter tersebut tertangkap basah saat menyalakan flare di tengah pertandingan sebagai bentuk protes atas performa buruk tim kebanggaan mereka.
Persis Terancam Degradasi, Milo Janjikan Rombak Skuad
Kekalahan 1-3 dari Persita Tangerang semakin membenamkan Laskar Sambernyawa di dasar klasemen sementara. Performa Persis musim ini dinilai jauh dari harapan masyarakat Surakarta karena terus kesulitan keluar dari zona merah.
Puncak kekecewaan suporter pecah pada menit ke-84. Flare mulai menyala di berbagai titik, mulai dari tribun selatan, timur, hingga utara.
Meski merupakan bentuk ekspresi kekecewaan, aksi ini jelas melanggar regulasi PSSI. Persis Solo kini terancam sanksi berat, mulai dari denda finansial hingga hukuman laga tanpa penonton.
Ironisnya, kekalahan Persis Solo dan kerusuhan suporter tersebut disaksikan langsung Presiden ke-7 Joko Widodo.
Evaluasi Pelatih Milomir Seslija
Pelatih anyar Persis Solo Milomir Seslija mengakui bahwa strategi yang ia siapkan tidak berjalan sesuai rencana. Milo menyoroti banyaknya kesalahan elementer yang dilakukan oleh para pemainnya, terutama dalam mengantisipasi bola mati.
“Gol pertama sebenarnya sudah kami perkirakan karena Persita kuat dalam bola mati. Namun, kami tidak bisa menjalankan rencana dengan baik. Terlalu banyak kesalahan hari ini,” ungkap pelatih asal Bosnia tersebut.
Milo menegaskan akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk kemungkinan merombak komposisi pemain pada putaran kedua demi mengangkat performa tim dari keterpurukan.***
Editor : Ibnu Yunianto