RADAR BALI – PSM Makassar berada dalam situasi sulit menjelang laga krusial melawan Bali United pada pekan ke-17 Super League 2025/2026.
Pertandingan yang akan digelar di Stadion Gelora B.J. Habibie, Jumat (9/1) malam, menjadi ujian berat bagi pelatih Tomas Trucha di tengah rapuhnya tembok pertahanan Juku Eja.
Statistik menunjukkan penurunan performa yang signifikan pada lini belakang Laskar Ayam Jantan dari Timur. Dalam tujuh pertandingan terakhir, gawang PSM sudah kebobolan sembilan gol. Hal yang paling mencolok adalah dua laga terakhir di mana gawang mereka tiga kali dijebol melalui skema sundulan.
Ketergantungan pada duet Yuran Fernandes dan Aloisio Neto Soares menjadi masalah utama. Saat ini, PSM tidak memiliki pelapis yang sepadan di posisi bek tengah. Kondisi ini sering memaksa pemain seperti Syahrul Lasinari, Daffa Salman, atau gelandang bertahan Akbar Tanjung untuk ditarik menjadi stopper darurat.
"Posisi yang harus dievaluasi adalah bek. Kami sedang mencari pemain lokal dan juga asing. Kita lihat saja nanti apa yang bisa dilakukan, kami harap bisa segera melakukannya," tegas Tomas Trucha.
Rekor Pertemuan: Bali United Masih Mendominasi
Misi bangkit PSM Makassar diprediksi tidak akan mudah jika menilik catatan pertemuan kedua tim. Secara historis, Bali United kerap menjadi "momok" bagi Juku Eja. Dalam lima pertemuan terakhir, PSM kesulitan meraih kemenangan meski bermain di kandang sendiri.
Berikut catatan head to head (H2H) kedua tim:
-
25 Apr 2025: PSM Makassar 0-1 Bali United
-
07 Des 2024: Bali United 1-1 PSM Makassar
-
24 Feb 2024: PSM Makassar 0-0 Bali United
-
11 Agu 2023: Bali United 3-2 PSM Makassar
-
20 Jan 2023: Bali United 2-2 PSM Makassar
Gaya main pragmatis yang diterapkan Bali United sering kali berhasil meredam agresivitas sayap cepat PSM.
Kondisi ini diperparah dengan tren kontras kedua tim; PSM menderita tiga kekalahan beruntun, sementara Bali United tidak terkalahkan dalam lima laga terakhirnya.
Berburu Amunisi di Bursa Transfer Paruh Musim
Menyadari keroposnya lini pertahanan, pelatih asal Republik Ceko tersebut memastikan akan memanfaatkan jendela transfer paruh musim yang dibuka pada Selasa, 6 Januari 2026.
PSM Makassar masih memiliki kuota untuk mendatangkan dua pemain asing tambahan guna menjaga kedalaman skuad. Trucha berharap amunisi baru di lini belakang dapat membantu tim bersaing kembali di papan atas pada putaran kedua nanti.
"Kita bisa lebih kuat lagi di putaran kedua dengan tambahan amunisi baru," sebut pelatih berusia 54 tahun tersebut.
Misi Bangkit Lawan Bali United
Sebelum melangkah ke bursa transfer, PSM harus lebih dulu menghadapi konsistensi Bali United asuhan Johnny Jansen. Berbeda dengan PSM yang menderita tiga kekalahan beruntun, Serdadu Tridatu datang dengan rekor tak terkalahkan dalam lima laga terakhir.
Laga ini menjadi kesempatan terakhir bagi PSM di putaran pertama untuk mengembalikan harga diri di kandang sendiri. Kemenangan sangat dibutuhkan untuk mendongkrak posisi mereka yang saat ini masih tertahan di peringkat ke-10 klasemen sementara. ***
Editor : Ibnu Yunianto