RADAR BALI – Atmosfer Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dipastikan memanas pada Sabtu (10/1/2026) mendatang. Persebaya Surabaya dijadwalkan menjamu Malut United dalam laga penutup putaran pertama Super League.
Namun, di tengah euforia kedatangan pelatih baru, kubu tuan rumah wajib memasang alarm waspada tingkat tinggi.
Laskar Kie Raha, julukan Malut United, datang ke Surabaya tidak dengan tangan kosong. Tim asuhan Hendri Susilo ini sedang dalam tren yang sangat mengerikan.
Mata penonton akan tertuju pada "Fantastic 4" milik Malut United, yakni kuartet eks Persib Bandung saat juara Liga 1 2024/2025 yang terdiri dari Ciro Alves, David da Silva, Tyronne del Pino, dan Gustavo Franca. Alasannya, mereka tengah berada dalam kondisi on fire.
Bagaimana tidak, dalam beberapa laga terakhir, kuartet ini hampir tidak pernah absen mencatatkan nama di papan skor. Mulai dari menahan imbang Arema FC hingga kemenangan telak 6-2 atas PSBS Biak, kombinasi pemain asing ini menjadi motor serangan yang sulit dihentikan.
Pelatih Malut United Hendri Susilo menegaskan bahwa konsistensi adalah kunci. Ia tidak ingin momentum kemenangan di empat laga sebelumnya menguap begitu saja di Surabaya.
"Raihan tiga poin sangat mengangkat moral kami untuk bersaing di papan atas klasemen Super League. Semoga pemain bisa konsisten termasuk ketika menjalani laga berikutnya melawan Persebaya," ujar Hendri Susilo optimistis.
Era Baru Bernardo Tavares
Di sisi lain, Persebaya Surabaya memasuki babak baru. Kehadiran Bernardo Tavares sebagai nahkoda anyar menggantikan Eduardo Perez membawa angin segar sekaligus tuntutan tinggi. Meski baru memimpin beberapa sesi latihan, Tavares langsung memberikan standar disiplin yang ketat.
Salah satu fokus Tavares adalah mengubah mentalitas di tribun. Ia secara terbuka meminta Bonek dan Bonita untuk memberikan dukungan positif tanpa menyoraki pemain sendiri saat laga berjalan. Baginya, dukungan total adalah "pemain ke-12" yang sebenarnya.
Winger andalan sekaligus kapten tim, Bruno Moreira, mengakui adanya perubahan energi di dalam skuad sejak kedatangan pelatih asal Portugal tersebut.
"Kami menyambut pelatih baru dengan antusias. Latihannya sangat menuntut fokus dan kerja keras. Ini bagus untuk tim karena kami ingin terus berkembang. Kami tahu Malut adalah tim yang kuat dan konsisten, mereka punya pemain berpengalaman dan tidak mudah dikalahkan," ungkap Bruno.
Mengenai performa pribadinya yang sedang meningkat dengan torehan 7 gol musim ini, Bruno memilih merendah. "Gol adalah hasil kerja tim. Yang terpenting adalah bagaimana kami bermain kompak dan saling membantu di setiap situasi," tambahnya.
Misi Balas Dendam dan Memori Pahit
Laga ini juga menjadi panggung pembuktian bagi Bajol Ijo untuk menghapus memori kelam. Musim lalu, Malut United pernah mempermalukan Persebaya di depan pendukungnya sendiri dengan skor 2-0 lewat gol Junior Brandao dan gol bunuh diri Ardi Idrus.
Kini, dengan taktik baru dari Bernardo Tavares dan motivasi berlipat dari para pemain, Persebaya berambisi menembus papan atas klasemen. Namun, mereka harus melakukannya tanpa dua pemain Brasil baru, Bruno Paraiba dan Jefferson Silva, yang dikabarkan masih harus absen.
Mampukah taktik Tavares meredam kegacoran 'Fantastic 4' Malut United, atau justru Laskar Kie Raha yang kembali membawa pulang poin penuh dari Surabaya? Semua akan terjawab di GBT akhir pekan ini.***
Editor : Ibnu Yunianto