RADAR BALI – Ujian berat menanti Arema FC saat menjamu rival sesama Jawa Timur, Persik Kediri, dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan, Minggu (11/1/2026).
Di tengah misi bangkit dari tren negatif, Singo Edan terancam tampil tanpa ujung tombak andalannya, Dalberto Luan Bello.
Penyerang asal Brasil tersebut diragukan tampil sejak menit awal karena kondisi fisiknya yang belum bugar 100 persen. Sejak kembali ke Malang beberapa hari lalu, Dalberto masih harus menjalani porsi latihan khusus untuk mengejar ketertinggalan fisik.
"Selama ini Dalberto hanya menjalani latihan mandiri di Brasil. Sudah lama dia tidak latihan bareng dengan kami," ungkap pelatih Arema FC, Marcos Santos.
Absennya Dalberto tentu menjadi kerugian besar. Pemain berusia 31 tahun itu merupakan tumpuan utama lini depan Arema dengan torehan fantastis 10 gol dari 12 penampilan musim ini.
Dalberto mengalami kendala saat mengurus dokumen perpanjangan visa untuk anaknya di Brazil. Akibatnya, striker 31 tahun itu harus tertahan 3 minggu. Akibatnya, Dalberto harus melewatkan pertandingan melawan Madura United.
Ketika Dalberto absen, Arema terpaksa mengandalkan talenta lokal Dedik Setiawan sebagai ujung tombak.
Misi Tiga Poin di Tengah Badai Absensi
Meski kondisi Dalberto masih teka-teki, Marcos Santos menegaskan tetap menyiapkan skema terbaik. Arema FC saat ini sedang haus kemenangan setelah terus kehilangan poin penting dalam beberapa laga terakhir yang membuat posisi mereka melorot ke peringkat 12 klasemen sementara.
Masalah Arema tak hanya soal Dalberto. Marcos Santos mengakui timnya kerap dilanda kendala kelengkapan skuat, termasuk absennya Paulinho dan beberapa pemain yang terkena akumulasi kartu.
"Kami harus mencari poin pada pertandingan besok. Sebenarnya permainan kami di kandang cukup bagus meskipun sulit menang. Tapi besok, kami harus lebih siap dan memberikan yang terbaik," tandas pelatih asal Brasil tersebut.
Persik Kediri Siap Manfaatkan Celah
Di sisi lain, Persik Kediri datang ke Kanjuruhan dengan modal kepercayaan diri tinggi. Tim berjuluk Macan Putih itu belum terkalahkan dalam dua laga terakhir.
Pelatih Persik Marcos Reina Torres mengaku sudah mempelajari kelemahan Arema melalui rekaman video.
"Tim sudah melihat sedikit banyak tentang Arema. Hal ini penting untuk melihat apa yang bisa kita lakukan untuk menghadapi mereka," ujar Marcos Reina.
Bagi Persik, laga ini bukan sekadar soal rivalitas, melainkan kesempatan untuk menjauh dari kejaran Arema di papan klasemen. Saat ini, Persik berada di peringkat 11 dengan 19 poin, hanya terpaut satu angka dari Arema FC.
Arema Waspadai Serangan Balik Persik
Pertandingan besok akan menjadi ajang adu taktik antara Marcos Santos (Arema) dan Marcos Reina (Persik). Marcos Santos mengaku sudah membaca gaya main Persik yang berbahaya lewat skema serangan balik cepat.
"Dalam empat pertandingan terakhir, Persik bermain cukup bagus. Saya sudah melihat dan membacanya. Jadi kami harus tampil lebih bagus lagi untuk meredam permainan mereka," tegas Santos.
Dengan tensi tinggi khas Derbi Jatim dan perebutan posisi di papan tengah, mampukah skuat Singo Edan mengamankan tiga poin di kandang meski tanpa kehadiran mesin gol utama mereka?
Semua akan terjawab pada laga yang akan dimulai pukul 15.30 WIB besok.***
Editor : Ibnu Yunianto