RADAR BALI – Kemenangan Bali United FC atas PSM Makassar di Stadion Gelora B.J. Habibie, Jumat (9/1) malam, menyisakan cerita tentang kerasnya tensi pertandingan.
Wasit Erfan Efendi terpaksa mengeluarkan total 9 kartu kuning dan 2 kartu merah dalam laga pekan ke-17 BRI Super League 2025/26 tersebut.
Menanggapi drama hujan kartu tersebut, pelatih kepala Bali United Johnny Jansen memberikan pandangan yang cukup bijak. Ia memilih untuk tidak menyalahkan pengadil lapangan meski tensi pertandingan sangat tinggi.
"Saya sebenarnya tidak suka mengomentari kinerja wasit. Bagaimana pun itu keputusan dari mereka yang bertugas. Mengambil sebuah keputusan tentu sangat sulit, jadi saya tidak ingin banyak mengomentari wasit," ujar pelatih asal Belanda tersebut.
Ia justru menekankan pentingnya disiplin kepada anak asuhnya agar mampu mengontrol emosi di lapangan.
"Sebagai pemain ketika sudah mendapat kartu kuning, ya sudah kita tidak perlu melakukan pelanggaran lagi. Saya lebih fokus pada bagaimana anak-anak dapat memainkan sepak bola yang baik dan benar," tambahnya.
Jalannya Pertandingan yang Sengit
Laga ini dimulai dengan kejutan besar bagi tuan rumah. Baru 33 detik peluit dibunyikan, Mirza Mustafic langsung membobol gawang PSM Makassar setelah menerima umpan matang dari Thijmen Goppel. Gol ini menjadi yang tercepat di musim 2025/26 sejauh ini.
PSM Makassar yang tertinggal berusaha membalas melalui aksi Alex Tanque, namun kiper Bali United, Mike Hauptmeijer, tampil heroik di bawah mistar gawang. Upaya Juku Eja semakin berat setelah Syahrul Lasinari menerima kartu merah pada menit ke-24.
Kemenangan Bali United akhirnya dipastikan pada masa injury time babak kedua (90+4') melalui gol Thijmen Goppel. Sebelum laga usai, PSM kembali harus kehilangan pemain setelah Ananda Raehan dikartu merah pada menit ke-90+8.
Posisi Klasemen dan Rekor Gol
Meski diwarnai banyak interupsi akibat pelanggaran, Johnny Jansen mengaku puas dengan hasil akhir yang diraih Serdadu Tridatu. "Saya senang atas kemenangan penting pekan ini. Saya bangga dengan tim ini," tutupnya.
Dengan tambahan tiga poin ini, Bali United menutup putaran pertama di peringkat ketujuh dengan 27 poin. Sementara itu, PSM Makassar harus tertahan di peringkat ke-10 setelah menelan kekalahan keempat secara beruntun.
Gol Mirza Mustafic pada detik ke-33 kini juga masuk dalam jajaran elite gol tercepat dalam sejarah liga Indonesia, bersanding dengan nama-nama seperti Pedro Javier (9 detik), Muhammad Iqbal (11 detik), dan David da Silva (12 detik).***
Editor : Ibnu Yunianto