RADAR BALI – Bali United sukses menutup putaran pertama BRI Super League 2025/26 dengan hasil manis. Bertandang ke Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, pada Jumat (9/1) malam, tim berjuluk Serdadu Tridatu tersebut berhasil membungkam tuan rumah PSM Makassar dengan skor meyakinkan 0-2.
Kemenangan ini tidak hanya mengamankan tiga poin penting, tetapi juga mengukir sejarah baru. Bali United menjadi tim pertama di Indonesia yang mencatatkan rekor 6 laga beruntun tanpa kebobolan (clean sheet).
Selain kinerja kiper Mike Hauptmeijer yang sempurna, terdapat peran kokohnya pertahanan yang dikawal Joao Ferrari, Kadek Arel, dan Tim Receveur. Hal tersebut terbukti dari terpilihnya bek asal Brasil Joao Ferrari sebagai pemain terbaik (Man of the Match) berkat penampilan spartan sepanjang laga.
Kejutan 30 Detik dan Dominasi Laga
Laga baru berjalan 30 detik ketika kejutan terjadi. Melalui skema serangan balik cepat dari sektor kanan, Thijmen Goppel menunjukkan kelasnya dengan melewati beberapa pemain lawan sebelum melepaskan umpan matang. Mirza Mustafic yang berdiri di posisi tepat menyambut umpan tersebut dengan penyelesaian sempurna.
Mirza Mustafic pun merayakan gol kilatnya ke gawang PSM Makassar tersebut bersama Joao Ferrari dan Kadek Arel, simbol solidnya hubungan antara lini serang dan lini belakang Serdadu Tridatu malam itu.
Dominasi Bali United semakin terasa setelah bek PSM, Syahrul Lasinari, diganjar kartu kuning kedua pada menit ke-23. Skor 0-1 bertahan hingga turun minum meski Bali United sempat mengancam lewat Boris Kopitovic dan Jordy Bruijn.
Joao Ferrari: Tembok Kokoh di Jantung Pertahanan
Memasuki babak kedua, PSM Makassar yang bermain dengan 10 orang mencoba bangkit melalui situasi bola mati. Namun, duet Joao Ferrari dan Kadek Arel tampil sangat disiplin.
Berdasarkan statistik teknis, Joao Ferrari memimpin lini belakang dalam meredam 14 tembakan yang dilepaskan tim Juku Eja.
Berikut adalah rincian statistik pertahanan yang membuat lini depan PSM frustasi:
Sapuan (Clears): Mencetak 5 dari 15 kali sapuan tim untuk menghalau bola dari area berbahaya.
Intersep: Mengambil 4 dari 10 intersep krusial yang memutus aliran serangan lawan.
Tekel: Melakukan 3 takel sukses yang menjadi bagian dari 12 tekel sukses tim sepanjang pertandingan.
Menit Bermain: Tampil penuh selama 90 menit dengan ketenangan tinggi.
Duel Udara: Memenangkan semua duel bola atas yang menjadi senjata utama PSM.
Drama Akhir dan Pengunci Kemenangan
Drama kembali terjadi di penghujung laga ketika pemain PSM, Ananda Raehan, diusir wasit setelah tinjauan VAR atas pelanggaran keras terhadap Made Tito.
Tak lama berselang, Bali United mengunci kemenangan melalui aksi Thijmen Goppel. Menerima umpan terobosan dari Rahmat Arjuna, Goppel melepaskan bola lob cerdik yang melewati kiper Reza Arya untuk memastikan skor 0-2.
Secara keseluruhan, anak asuh Johnny Jansen mendominasi penguasaan bola hingga 58 persen dengan akurasi operan mencapai 87 persen dari total 371 passing.
Rahasia Kedisiplinan Serdadu Tridatu
Seusai laga, Joao Ferrari menekankan bahwa rekor nirbobol ini adalah buah dari kolektivitas. "Saya pikir bukan hanya saya saja melainkan rekan dalam tim yang bekerja keras. Kami sangat disiplin dan kompak dalam menjalankan taktikal tim," ujar pemilik nomor punggung 2 tersebut.
Pelatih kepala Johnny Jansen turut memberikan apresiasi tinggi. "Pertandingan yang tidak mudah di lapangan. Namun, bagaimana pun, saya senang dengan kemenangan ini dan tim kembali tanpa kebobolan. Saya bangga dengan tim ini," pungkas Coach Johnny.
Kemenangan 2-0 atas PSM Makassar ini memastikan Bali United menutup putaran pertama musim 2025/2026 dengan koleksi 27 poin. Hasil ini diraih dari 7 kemenangan, 6 hasil imbang, dan 4 kekalahan.
Saat ini, skuad asuhan Johnny Jansen bertengger di posisi ke-7 klasemen sementara BRI Super League. Dengan pertahanan baja yang dikomandoi Joao Ferrari, Serdadu Tridatu menatap putaran kedua dengan kepercayaan diri tinggi untuk merangsek ke zona empat besar.***
Editor : Ibnu Yunianto