RADAR BALI - Geliat bursa transfer paruh musim 2025/2026 mulai memanas, dan Persib Bandung berada di pusat perhatian.
Di bawah komando Bojan Hodak, Maung Bandung tidak sekadar ingin melengkapi kuota, melainkan mencari kepingan puzzle yang tepat demi mempertahankan takhta Liga 1 dan berbicara banyak di kancah Asia.
Mudiknya Federico Barba ke Eropa memaksa manajemen bergerak cepat. Kini, tiga nama besar muncul ke permukaan dengan sinyal kepindahan yang kian benderang.
Alberto Rodriguez
Nama pertama yang memicu gairah Bobotoh adalah Alberto Rodriguez. Bek tangguh asal Spanyol ini bukanlah orang baru di Bandung; ia adalah pilar tak tergantikan saat Persib merengkuh gelar juara musim 2023/2024.
Saat ini, Alberto tercatat membela klub India, Mohun Bagan Super Giant. Namun, ketidakpastian kompetisi di sana membuka celah lebar bagi Persib untuk memulangkannya.
Meski usianya sudah menginjak 32 tahun, kematangan Alberto di lini belakang dianggap sebagai solusi instan untuk menggantikan Barba.
Menariknya, jika menilik perjalanan finansialnya, Alberto pernah menerima gaji sekitar Rp390 juta per tahun saat masih berusia 21 tahun. Kini, dengan status pemain berpengalaman dan nilai pasar mencapai Rp3,91 miliar.
Kroasia Connection: Marko Dugandzic
Beralih ke lini depan, sosok Marko Dugandzic mendadak jadi perbincangan hangat. Penyerang bertubuh menjulang dengan tinggi 1,90 meter ini baru saja mengucapkan salam perpisahan kepada pendukung FC Seoul di Korea Selatan.
Statusnya yang kini bebas transfer menjadi daya tarik utama bagi manajemen Persib karena bisa didatangkan tanpa biaya penebusan kontrak.
Hubungan emosional menjadi kunci dalam rumor ini. Dugandzic berasal dari Kroasia, negara yang sama dengan Bojan Hodak. Koneksi kewarganegaraan ini sering kali menjadi jembatan bagi pemain asing untuk beradaptasi lebih cepat dengan strategi pelatih.
Meski ada persaingan dari klub Korea lain seperti Hwaseong FC, unggahan "pamitan" di media sosial pribadinya yang diserbu Bobotoh seolah memberi sinyal bahwa arah pelabuhan berikutnya adalah Bandung.
Lokal Standar Eropa: Joey Pelupessy
Dari ketiga nama tersebut, Joey Pelupessy mungkin menjadi pemain yang paling dekat dengan kata "sepakat". Pemain keturunan Indonesia yang merumput di kasta kedua Liga Belgia bersama Lommel SK ini sudah lama dikaitkan dengan Persib.
Sebagai pemain berlabel Timnas, kehadiran Joey akan memberikan keuntungan strategis karena ia tidak memakan kuota pemain asing, namun memiliki kualitas permainan Eropa.
Sinyal kepindahannya terlihat sangat jelas di media sosial. Lommel SK sempat mengunggah momen latihan terakhir Joey dengan nuansa hitam-putih yang identik dengan perpisahan.
Fleksibilitasnya yang mampu bermain sebagai gelandang bertahan hingga bek tengah sangat dibutuhkan untuk menambal kekosongan setelah perginya Wiliam Marcilio.
Dengan nilai pasar sekitar Rp4,35 miliar, manajemen Persib dikabarkan telah mencapai kesepakatan penuh untuk memboyongnya secara permanen demi mengarungi putaran kedua dan fase gugur ACL 2.
Menanti Ketukan Palu di Jendela Transfer
Pergerakan Persib ini dibatasi oleh waktu yang tidak banyak. Sesuai regulasi FIFA, bursa transfer paruh musim ini telah resmi dibuka pada 10 Januari 2026 dan akan ditutup rapat pada 6 Februari 2026.
Artinya, dalam rentang empat minggu ini, manajemen PT Persib Bandung Bermartabat harus segera meresmikan para kandidat tersebut.
Adhitia Putra Herawan selaku Deputy CEO klub sempat meminta doa dan dukungan dari para pendukug, mengisyaratkan bahwa proses negosiasi sedang berada di jalur yang benar.
Apakah dalam waktu dekat kata "Wilujeng Sumping" akan menggema di akun resmi klub? Menilik kuatnya sinyal dari Joey Pelupessy dan peluang bebas transfer Dugandzic, nampaknya kejutan besar bagi Bobotoh tinggal menunggu waktu.***
Editor : Ibnu Yunianto