RADAR BALI - Paruh pertama BRI Super League 2025/2026 menjadi periode penuh refleksi bagi Persis Solo. Menempati posisi yang jauh dari harapan, jajaran Direksi Laskar Sambernyawa secara terbuka berkomitmen melakukan evaluasi total.
Tidak hanya menyentuh aspek teknis di lapangan, perombakan besar-besaran ini mencakup manajemen, staf pelatih, hingga komposisi pemain demi menjaga marwah klub di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
"Di semua lini kita punya masalah. Masalah di belakang jumlah kebobolan kita banyak, di tengah dan depan belum bisa cetak gol seperti yang diharapkan," ungkap Direktur Utama Persis Solo Ginda Ferachtriawan.
Kekecewaan ini juga diamini oleh pemilik Persis Solo Kaesang Pangarep, yang mulai mengambil langkah konkret. Salah satunya dengan rencana menggandeng eks manajer Persebaya Surabaya Yahya Alkatiri untuk membenahi manajemen.
Persis Bajak Ryo Matsumura dari Persija
Guna mempertajam lini serang yang tumpul, radar Persis kini mengarah ke Brasil. Nama Brayann Brito Batista menjadi kandidat kuat untuk mengisi slot pemain asing. Pemain kelahiran Fortaleza, 25 Oktober 1997 (28 tahun) tersebut saat ini masih berstatus aktif membela klub kasta kedua Brasil, Goiás EC.
Brito, yang memiliki tinggi badan 176 cm dan berat 75 kg, merupakan seorang Gelandang Serang dengan kekuatan utama pada kaki kirinya.
Di bawah naungan agen Anderson Nassrala, pemain berkebangsaan Brasil ini diharapkan menjadi kreator serangan yang selama ini absen di skuad Sambernyawa.
Dengan catatan satu gol dan dua assist dari 11 penampilan di kompetisi ketat Brasil, kehadirannya diproyeksikan akan memberikan dimensi baru bagi kreativitas lini tengah Persis.
Selain itu, aroma nostalgia kian kencang berembus seiring rumor kembalinya Ryo Matsumura. Gelandang kreatif asal Jepang ini kabarnya masuk dalam daftar pinjam dari Persija Jakarta.
Meski Persis harus bersaing ketat dengan Arema FC, kode yang dilemparkan Ryo melalui media sosialnya mengenai "kesepakatan yang sedang berlangsung" memicu optimisme tinggi di kalangan suporter.
Amunisi Lokal: Alfriyanto Nico dan Tes Medis Febri Hariyadi
Sebagai langkah awal dari komitmen perbaikan, Persis Solo resmi mengumumkan rekrutan pertama mereka: Alfriyanto Nico. Pemain kelahiran Solo ini didatangkan dari Persija Jakarta dengan status pinjaman. Kepulangan Nico diharapkan mampu memberikan energi baru di sektor sayap.
Kejutan terbesar lainnya datang dari sayap lincah Persib Bandung, Febri Hariyadi. Pemain yang akrab disapa Bow ini dikabarkan telah menjalani tes medis bersama Persis Solo.
Bergabungnya Febri dengan status pinjaman tinggal menunggu pengumuman resmi. Kecepatannya diharapkan mampu menambah variasi serangan Persis yang sering menemui jalan buntu.
Di tengah perombakan besar ini, manajemen Persis Solo menyampaikan permohonan maaf yang tulus kepada para pendukung setia atas performa tim yang belum maksimal. Dukungan suporter dianggap sebagai napas utama bagi tim untuk terus berjuang di putaran kedua nanti.
Pergerakan aktif di bursa transfer ini menjadi bukti bahwa Laskar Sambernyawa belum menyerah.
Ginda menekankan bahwa para pemain baru Persis Solo, termasuk potensi bergabungnya penggawa asing seperti Brayann Brito, direncanakan akan diturunkan pada laga krusial melawan Borneo FC pada 23 Januari 2026. ***
Editor : Ibnu Yunianto