RADAR BALI - Bursa transfer pemain kali ini membawa angin perubahan besar bagi peta persaingan sepak bola tanah air. Di saat tim-tim raksasa seperti Persib Bandung, PSM Makassar, dan Persija Jakarta cenderung pasif, kejutan justru datang dari tim promosi Semen Padang dan kontestan Liga 2, Persijap Jepara, yang melakukan perombakan skuat secara besar-besaran.
Semen Padang Buru Pemain Asing Level Eropa
Semen Padang menjadi sorotan utama setelah merombak total komposisi pemain mereka. Tidak tanggung-tanggung, tujuh pemain baru didatangkan untuk memperkuat lini di setiap sektor. Menariknya, manajemen "Kabau Sirah" terlihat sangat selektif dengan memburu pemain dari berbagai belahan dunia.
Salah satunya Guillermo Fernandez yang pernah memperkuat Athletic Bilbao di Liga Champions Eropa. Selain Fernandez, nama-nama seperti Jaime Giraldo (eks Operario-PR, Brasil), Kazaki Nakagawa (Jepang), hingga Boubakary Diarra (Malta) menjadi bukti nyata ambisi mereka untuk tidak sekadar "numpang lewat" di kompetisi kasta tertinggi.
Kejutan besar lainnya datang dari Liga 2. Persijap Jepara menunjukkan kelasnya dengan mendatangkan pemain-pemain yang memiliki profil internasional. Nama-nama seperti Aly Ndom dari Pacific FC (Kanada), serta dua penggawa dari Liga India, Borja Herrera dan Jose Luis Espinosa, memberikan sinyal bahwa Persijap sangat serius mengejar tiket promosi.
Kehadiran pemain-pemain ini, ditambah bek muda Akbar Arjunsyah dari Dewa United, menjadikan skuat Persijap salah satu yang paling mewah di kasta kedua. Mereka seolah ingin membuktikan bahwa status klub Liga 2 bukan halangan untuk mendatangkan pemain berkualitas tinggi.
PSIS Koleksi Bakat Muda Klub Liga 1
Jika Semen Padang melihat ke pasar luar negeri, PSIS Semarang justru menjadi pemenang dalam perebutan bakat-bakat potensial di dalam negeri. Laskar Mahesa Jenar tampil sangat oportunis dengan memanfaatkan situasi di klub lain untuk memperkuat kedalaman skuat mereka.
PSIS berhasil mengamankan jasa Rafinha (dari PSIM Yogyakarta) untuk menambah daya gedor. Tak hanya itu, mereka memperkokoh barisan pertahanan dengan memboyong Tegar Infantrie (Persita) serta duo bek Borneo FC, Rangga Sumarna dan Aldair Simanca. Keberhasilan mereka merekrut Alwi Fadilah dari Persija Jakarta juga menunjukkan kejelian PSIS dalam mengendus talenta yang sedang dilepas oleh klub-klub besar.
Berbanding terbalik dengan agresivitas Semen Padang, tim-tim mapan justru terlihat sangat tenang, bahkan cenderung melakukan penghematan skuad. Persija Jakarta melepas banyak talenta muda potensial seperti Alfriyanto Nico (ke Persis Solo) serta duet Figo Dennis dan Jehan Pahlevi ke PSS Sleman, tanpa mendatangkan satu pun pemain baru.
Persib Bandung & PSM Makassar memilih stabilitas skuat dengan catatan nol pemain masuk, meskipun Persib harus kehilangan Wiliam Marcilio yang hijrah ke Liga Korea serta Federico Barba yang kembali ke Eropa.
Persebaya dan Konsistensi Aroma Samba
Sementara itu, Persebaya Surabaya tetap setia dengan filosofi mereka. Tiga rekrutan baru—Gustavo Fernandes, Jefferson Silva, dan Bruno Paraiba—semuanya memiliki latar belakang Liga Portugal dan Brasil. Ini mengindikasikan bahwa Bajul Ijo ingin mempertajam lini serang mereka dengan teknik dan kecepatan khas Amerika Selatan.
Secara kuantitas dan keberanian melakukan perubahan, Semen Padang adalah pemenangnya di level Liga 1, terutama dengan keberhasilan mendaratkan pemain berpengalaman Liga Champions seperti Guillermo Fernandez. Namun, secara nilai kejutan, Persijap Jepara layak mendapatkan apresiasi tinggi karena mampu menembus pasar pemain internasional untuk memperkuat tim di kasta kedua.
Rincian Bursa Transfer Hingga 13 Januari 2025
Semen Padang
Guillermo Fernandez
Asyraq Gufron
Kianz Froese
Jaime Giraldo (Operario-PR)
Ravy Tsouka
Kazaki Nakagawa (Fujieda MYFC)
Boubakary Diarra (Sliema Wander)
Pemain Keluar
Cornelius Stewart (Barito Putera)
Hamdi Sula
Bruno Gomes
Filipe Chaby
Antonius Tuna (Persekat Tegal)
Malut United
Pemain Keluar
Ahmad Wadil (PSMS Medan)
PSBS Biak
Pemain Keluar
Andre Oktaviansyah (Bekasi City)
Dewa United
Pemain Keluar
Dani Saputra (PSMS Medan)
Husain Anshori (PSMS Medan)
Feby Eka (Garudayaksa FC)
Akbar Arjunsyah (Persijap Jepara)
Dani Saputra (PSMS Medan)\
PSIM Yogyakarta
Pemain Keluar
Ikhsan Chan (Bekasi City)
Diandara Diaz (Bekasi City)
Rafinha (PSIS Semarang)
6 dari 19 halaman
Bhayangkara FC
Pemain Masuk
Henri Doumbia (PDRM FC)
Pemain Keluar
Arif Satria (Adhyaksa FC)
Ardi Idrus (Borneo FC)
Reza Kusuma (PSPS Pekanbaru)
David Maulana (Persiku Kudus)
Andres Nieto (Phnom Penh)
Shanyder Borgelin (Varbergs BoIS)
Borneo FC
Pemain Masuk
Marcos Astina (San Telmo)
Ardi Idrus (Bhayangkara FC)
Pemain Keluar
Haykal Alhafiz (Kendal Tornado)
Rangga Sumarna (PSIS Semarang)
Asgal Habib (Persiraja Banda Aceh)
Faris Adit (Persiraja Banda Aceh)
Aldair Simanca (PSIS Semarang)
Fajar Fathurrahman
Bali United
Pemain Masuk
Teppei Yachida (RB Omiya)
Madura United
Pemain Masuk
Junior Brandao (Guarani)
Riquelme (Abdysh-Ata Kant)
Pemain Keluar
Valeriy Gryshyn
10 dari 19 halaman
Arema FC
Pemain Masuk
Gabriel Silva (Terengganu FC)
Pemain Keluar
Muhammad Rafli (Deltras FC)
Bayu Aji (RANS Nusantara)
Brandon Scheunemann (PSPS Pekanbaru)
Paulinho Moccelin (Londrina-PR)
Persis Solo
Pemain Masuk
Alfriyanto Nico (Persija Jakarta)
Persebaya Surabaya
Pemain Masuk
Gustavo Fernandes (Penafiel)
Jefferson Silva (Operario-PR)
Bruno Paraiba (Cheonan City)
Persita Tangerang
Pemain Masuk
Ramon Bueno
Pemain Keluar
Tegar Infantrie (PSIS Semarang)
Persijap Jepara
Pemain Masuk
Aly Ndom (Pacific FC)
Buyung Ismu (Barito Putera)
Borja Herrera (FC Goa)
Jose Luis Espinosa (Mumbay City)
Akbar Arjunsyah (Dewa United)
Pemain Keluar
David Laly (Persiraja Banda Aceh)
Frank Sokoy (Persiraja Banda Aceh)
15 dari 19 halaman
Persija Jakarta
Pemain Keluar
Alwi Fadilah (PSIS Semarang)
Figo Dennis (PSS Sleman)
Jehan Pahlevi (PSS Sleman)
Alfriyanto Nico (Persis Solo)
Persik Kediri
Pemain Keluar
Haikal Riza (Persela)
Lucao (PSS Sleman)
Khurshidbek Mukhtorov (FC Buxoro)
17 dari 19 halaman
Persib Bandung
Pemain Keluar
Wiliam Marcilio (Chungnam Asan)
PSM Makassar
Pemain Keluar
Lucas Dias (Visakha FC)
Editor : Ibnu Yunianto