RADAR BALI - Borneo FC Samarinda resmi memanaskan persaingan di bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026. Tim berjuluk Pesut Etam ini tidak asal belanja pemain.
Mereka memilih menerapkan "resep rahasia" yang pernah membawa Persib Bandung dan Bali United meraih gelar juara secara beruntun (back-to-back).
Pelatih Borneo FC Fabio Lefundes mengungkapkan bahwa timnya tidak akan melakukan perombakan besar-besaran. Ia lebih memilih melakukan perubahan minor namun berdampak besar, persis seperti yang dilakukan Persib dan Bali United di masa jaya mereka.
Lefundes mencontohkan bagaimana Persib sukses dengan mendatangkan Kevin Mendoza dan Stefano Beltrame, atau Bali United yang terbantu oleh peran Privat Mbarga dan Irfan Jaya yang direkrut di pertengahan musim. Pemain-pemain ini bukan sekadar pelengkap, melainkan kepingan krusial yang langsung mengisi posisi starter.
"Kalau misalnya karena tukar banyak pemain adalah solusi juara, kenapa mereka (klub juara) tidak melakukannya? Kita harus pintar, dua kaki harus tetap di tanah karena ini terkait budget juga. Intinya tim harus konsisten," jelas Lefundes.
Mengatasi Musuh Dalam Selimut: Badai Cedera
Keputusan untuk bergerak aktif di bursa transfer juga dipicu oleh masalah kedalaman skuad. Bagi Lefundes, cedera pemain adalah "musuh dalam selimut" yang bisa merusak momentum tim di papan atas.
Absennya Maicon Souza setelah laga melawan Persib Bandung menjadi pelajaran berharga. Kehilangan sang supersub membuat rotasi tim terganggu.
"Pekerjaan rumah terbesar kami adalah bagaimana tim tetap konsisten. Kami butuh opsi terbaik untuk menjaga performa saat ada pemain yang cedera atau terkena akumulasi kartu," tambahnya.
Langkah nyata dari strategi ini adalah peresmian Marcos Astina. Pemain jebolan Timnas Argentina U-17 ini didatangkan untuk memperkuat lini tengah dan mempertajam kreativitas serangan.
Kehadiran Astina diproyeksikan untuk membantu Juan Villa dalam mendistribusikan bola serta menservis Mariano Peralta dari kedua lini. Harapannya, lini depan Borneo FC diharapkan menjadi lebih klinis di mulut gawang lawan.
Misi Mengudeta Puncak Klasemen
Winger Borneo FC Muhammad Sihran menegaskan bahwa seluruh pemain siap bekerja keras di putaran kedua. "Kami akan memperbaiki kesalahan dan memanfaatkan peluang dengan lebih baik. Fokus lagi untuk pertandingan berikutnya," ujarnya optimis.
Saat ini, Borneo FC hanya terpaut satu poin dari pemuncak klasemen. Dengan 16 pertandingan tersisa, Fabio Lefundes mengingatkan anak asuhnya untuk tidak lengah.
"Kalau kita mau juara, kita tidak boleh kasih kendor. Masih ada 16 pertandingan lagi untuk diperjuangkan," pungkasnya.***
Editor : Ibnu Yunianto