RADAR BALI – Geliat bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026 mulai memanas di Bumi Arema. Manajemen Arema FC mengumumkan perekrutan amunisi asing baru Gabriel Silva untuk memperkuat daya gedor tim di putaran kedua.
Namun, kedatangan pemain yang akrab disapa Gabi ini memicu konsekuensi logis: harus ada nama yang dikorbankan dari skuad saat ini.
Gabriel Silva, winger lincah berusia 28 tahun, didatangkan dengan harapan besar bisa menjadi motor serangan baru bagi Singo Edan. Masuknya Gabi, bersamaan dengan kembali didaftarkannya Pablo Oliveira yang baru pulih dari cedera, sebenarnya menjadi kabar baik bagi kedalaman skuad pelatih Marcos Santos.
Namun, di balik kabar tersebut, muncul persoalan regulasi. Saat ini, tumpukan pemain asing di Arema FC telah mencapai 12 nama, melampaui kuota resmi yang diperbolehkan operator liga.
Mengingat baru Paulinho Moccelin yang resmi dilepas, manajemen kini berada di posisi sulit untuk segera mendepak satu nama lagi sebelum pendaftaran pemain ditutup pada Februari mendatang.
Sinyal Bahaya bagi Yann Motta
Nama yang kini paling santer dikabarkan akan terdepak adalah bek tengah asal Brasil, Yann Motta Pinto. Jika menilik catatan statistik di putaran pertama, sinyal kepergian Motta memang terlihat cukup nyata.
Sejauh ini, eks bintang Persija itu baru mencatatkan 352 menit bermain dari enam penampilan, angka yang sangat minim bagi tim yang memainkan 17 pertandingan hingga paruh musim.
Kondisi serupa sebenarnya juga dialami oleh Odivan Koerich yang hanya mencatatkan 438 menit bermain. Namun, posisi Yann Motta dianggap lebih rawan karena ia mulai kehilangan kepercayaan dari tim pelatih.
Indikasi di Lapangan
Ketidakpastian masa depan Motta dan Koerich kian menguat lewat keputusan taktis pelatih Marcos Santos belakangan ini. Saat lini pertahanan dilanda krisis, Santos justru lebih memilih menggeser gelandang bertahan seperti Julian Guevara atau Matheus Blade untuk mengisi posisi bek tengah, alih-alih menurunkan Motta atau Koerich.
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengakui bahwa proses evaluasi sedang berjalan di internal manajemen. "Evaluasi sudah dilakukan. Tinggal menunggu saja nanti seperti apa selanjutnya," ungkap Yusrinal.
Melepas pemain di tengah kontrak yang masih berjalan bukan perkara sederhana. Manajemen Arema FC kini sedang menimbang berbagai aspek, mulai dari nilai kompensasi hingga upaya mencarikan klub peminjam. Hal ini dilakukan agar kepergian pemain tersebut tidak meninggalkan beban finansial yang berat bagi klub.
Akankah Yann Motta benar-benar menjadi "korban" dari kedatangan Gabriel Silva? Ataukah ada kejutan lain di menit-menit akhir bursa transfer? Menarik untuk kita nantikan keputusan resmi dari manajemen Singo Edan dalam waktu dekat.***
Editor : Ibnu Yunianto