RADAR BALI - Bursa transfer pemain segera terbuka, namun PSM Makassar harus kembali menghadapi tembok besar. Pasukan Ramang secara resmi dijatuhi sanksi pelarangan transfer (registration ban) oleh FIFA, sebagaimana tercantum dalam situs resmi FIFA Registration Ban List.
Kondisi ini memaksa manajemen untuk segera menyelesaikan masalah internal jika ingin memperkuat skuad di paruh musim.
Sanksi yang dijatuhkan pada 9 Januari 2026 ini menjadikan PSM Makassar sebagai klub sepak bola Indonesia pertama yang terkena sanksi FIFA di tahun ini.
Ironisnya, ini merupakan kali kedua klub kebanggaan Sulawesi Selatan tersebut terkena hukuman serupa dalam kurun waktu lima bulan terakhir.
Sebelumnya, PSM sempat dijatuhi sanksi pada 8 Oktober 2025. Akibatnya, sejumlah pemain anyar mereka terlambat didaftarkan dan baru bisa dimainkan setelah kompetisi berjalan lima pertandingan.
Periode Sanksi
Berdasarkan data FIFA, hukuman kali ini berlaku untuk tiga periode transfer. Artinya, jika tidak segera diselesaikan, PSM Makassar dilarang mendaftarkan pemain baru hingga musim 2027-2028.
Meski demikian, PSM Makassar masih diizinkan untuk melepas pemain dalam skema peminjaman. PSM Makassar juga telah melepas tiga pemainnya dengan status pinjaman, yakni Muhammad Arham Darmawan dan Karel Iek ke Persipal Palu serta Ardiansyah yang dipinjamkan ke Persijap Jepara.
Sanksi ini terasa sangat memberatkan karena bertepatan dengan dibukanya jendela transfer musim dingin yang berlangsung dari 10 Januari hingga 6 Februari 2026.
Tanpa penyelesaian cepat, tim pelatih tidak akan bisa menambah amunisi baru untuk mengarungi sisa kompetisi.
Akar Permasalahan: Sengketa Gaji Bernardo Tavares
Meskipun belum ada rilis resmi, sanksi ini diduga kuat berakar dari masalah finansial terkait sengketa gaji. Dua nama yang mencuat di balik laporan ke FIFA adalah:
Bernardo Tavares: Mantan pelatih PSM yang diduga terkait dengan sanksi pertama pada Oktober 2025.
Lucas Dias: Mantan pemain PSM yang laporannya disinyalir memicu sanksi terbaru pada Januari 2026.
Kedua sosok tersebut diketahui meninggalkan klub sesaat sebelum sanksi-sanksi ini diterbitkan oleh FIFA.
Hingga saat ini, pihak manajemen PSM Makassar masih bungkam. Direktur Utama PSM Sadikin Aksa dan Manajer PSM Muhammad Nur Fajrin belum memberikan respons atau keterangan resmi saat dikonfirmasi mengenai langkah yang akan diambil klub untuk melepaskan diri dari jeratan sanksi ini.***
Editor : Ibnu Yunianto