RADAR BALI - Arema FC resmi melakukan perombakan besar-besaran pada bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026. Fokus utama tim berjuluk Singo Edan ini adalah membenahi tumpulnya lini depan yang menjadi rapor merah selama putaran pertama.
Pelatih Arema FC Marcos Santos menegaskan bahwa kriteria utama pemain baru yang akan didatangkan adalah sosok yang memiliki insting membunuh di depan gawang.
Menurut Marcos Santos, keputusan merombak skuad didasarkan pada hasil evaluasi mendalam. Ia menilai secara kolektivitas permainan tim tidak bermasalah, namun eksekusi akhir menjadi kendala utama bagi tim kebanggaan Aremania ini.
"Tak ada yang salah dengan pola permainan kami. Kami menciptakan banyak peluang. Sayangnya, kami tidak bisa menjadikannya menjadi gol. Inilah yang menjadi kriteria kami dalam mencari pemain baru. Mereka harus tajam dalam mencetak gol," tegas Marcos.
Arema memang sangat bergantung pada striker Dalberto Luan Belo. Begitu striker yang mencetak 10 gol dan 2 assist dalam 13 pertandingan itu absen, lini depan Arema langsung tumpul.
Terbukti dari separo gol Arema dicetak oleh Dalberto. Padahal, pada musim ini, pemain asal Brasil itu harus pulang ke negaranya untuk mengurus visa sehingga absen beberapa pekan.
Senada dengan pelatih, General Manager Arema FC, M. Yusrinal Fitriandi, mengonfirmasi bahwa perubahan komposisi pemain akan terkonsentrasi di sektor penyerangan dan gelandang kreatif guna memaksimalkan setiap peluang yang ada.
Pergeseran Kekuatan Legiun Asing
Langkah berani manajemen dalam melepas Paulinho, Yann Motta, dan Ian Puleio membuat komposisi legiun asing Singo Edan mengalami perubahan signifikan.
Saat ini, kekuatan pemain impor Arema FC berpusat pada nama-nama seperti Lucas Frigeri di bawah mistar, serta barisan pertahanan dan tengah yang diisi oleh Matheus Balde, Luiz Gustavo, Odivan Koerich, Betinho, hingga Julian Guevara.
Selain itu, kreativitas tim masih akan bertumpu pada sosok Pablo Oliveira, Valdeci Moreira, dan ketajaman Dalberto Luan Belo. Daftar ini pun semakin lengkap dengan kehadiran Gabriel Silva, mantan penyerang sayap Terengganu FC yang baru saja didatangkan untuk menambah daya dobrak dari sektor sayap.
Saat ini, Arema masih menyisakan satu slot pemain asing yang kemungkinan besar akan dialokasikan untuk posisi penyerang tengah.
Bidik Pilar Persija dan PSM Makassar
Selain mencari striker asing, manajemen Arema FC juga dikabarkan tengah menjajaki komunikasi dengan beberapa pemain dari klub rival untuk memperdalam kedalaman skuad.
Berikut adalah nama-nama yang masuk dalam radar bidikan:
Bek Persija Thales Lira
Opsi realistis untuk kembali memperkuat pertahanan karena Lira adalah pemain Arema yang dipinjamkan ke Persija.
Gelandang Persija Ryo Matsumura
Berpotensi mencari menit bermain lebih di Malang.
Gelandang Serang Persija Gustavo Franca
Dibidik untuk melapis sektor kreatif di lini tengah.
Bek Kiri PSM Makassar Victor Luiz
Diincar guna menambah pilihan di sektor sayap belakang. Kehadirannya dianggap mampu menambal lubang di lini belakang setelah ditinggal Yann Motta. Sementara itu, kehadiran kreator seperti Ryo Matsumura atau Gustavo Franca diharapkan bisa memanjakan striker baru yang tengah diburu manajemen di sisa bursa transfer ini.***
Editor : Ibnu Yunianto