RADAR BALI - Langkah mengejutkan terjadi di bursa transfer Januari 2026. Sosok ikonik Persik Kediri Yusuf Meilana resmi meninggalkan klub yang telah dibelanya selama hampir sembilan tahun.
Pemain berusia 27 tahun tersebut dilepas dengan status pinjaman ke klub Liga 1 lainnya untuk sisa putaran kedua musim 2025/2026.
Meskipun pihak manajemen belum menyebutkan destinasi secara spesifik dalam rilis resminya, rumor kuat yang beredar di media sosial, terutama melalui unggahan akun @gossindo_, mengarah pada satu nama besar: Bali United.
Yusuf Meilana bukan sekadar pemain bagi Persik Kediri. Ia adalah saksi hidup perjalanan tim dari kasta bawah hingga kembali ke kasta tertinggi, termasuk mempersembahkan gelar juara Liga 3 2018 dan Liga 2 2019.
Melalui akun Instagram pribadinya, Yusuf menyampaikan pesan perpisahan yang menyentuh. "Happy weekend. Terimakasih @persikfcofficial dan sampai jumpa," tulisnya.
Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar dari rekan setim. Kapten Persik, Ezra Walian, menjulukinya sebagai "Legenda", sementara Bayu Otto mendoakan kesuksesannya di pelabuhan baru.
Penurunan menit bermain disinyalir menjadi alasan utama di balik kepindahan ini. Di bawah asuhan eks pelatih Ong Kim Swee, posisi Yusuf mulai tergeser oleh kedatangan Yoga Adiatama. Namun, jika menilik data dari Transfermarkt dan I League, performa Yusuf di putaran pertama musim 2025/2026 sebenarnya masih sangat kompetitif.
Sepanjang paruh musim ini, ia tampil dalam delapan pertandingan dengan lima di antaranya dipercaya sebagai starter, mengumpulkan total 391 menit di atas lapangan.
Walaupun jarang mendapatkan waktu penuh, efektivitasnya dalam bertahan tetap terlihat nyata. Sebagai tembok pertahanan, Yusuf berhasil melakukan 22 kali intersepsi untuk memutus aliran serangan lawan, serta mencatatkan 16 tekel sukses dan lima sapuan bersih yang krusial bagi lini belakang.
Menambah Kedalaman Skuad Serdadu Tridatu
Jika benar bergabung dengan Bali United, Yusuf Meilana akan memberikan dimensi baru bagi pertahanan asuhan Johnny Jansen. Kehadirannya diproyeksikan untuk memperkuat kedalaman skuad di sektor kiri yang selama ini sangat bergantung pada sosok kapten Ricky Fajrin Saputra.
Dengan status Ricky sebagai pemain inti yang tak tergantikan, Yusuf kemungkinan besar akan memperebutkan posisi pelapis utama bersama pemain muda Gede Agus Mahendra.
Namun, pengalaman Yusuf selama hampir satu dekade di kasta tertinggi sepak bola Indonesia memberikan nilai plus, terutama jika pelatih membutuhkan rotasi atau opsi taktis untuk mendorong Ricky Fajrin bermain lebih ke tengah.***
Editor : Ibnu Yunianto