SURABAYA, Radar Bali.id – Kejutan besar mengguncang lanjutan Grup D Liga Nusantara musim 2025/2026. Waanal Brothers Football Club (WBFC) Papua Tengah secara luar biasa berhasil mempermalukan pemuncak klasemen, Perseden Denpasar.
WBFC menang dengan skor telak 4-1 di Lapangan Pasiran, Surabaya, Jumat (16/1/2026).
Hasil ini sangat mencengangkan mengingat status kedua tim yang kontras; WBFC datang sebagai penghuni dasar klasemen, sementara Perseden adalah penguasa takhta Grup D. Namun, di bawah sorotan kamera iLeague TV, WBFC justru tampil dominan dan menghancurkan rekam jejak solid tim berjuluk Laskar Catur Muka tersebut.
Hattrick Patrick Womsiwor Jadi Petaka
Bintang lapangan dalam laga ini adalah Patrick Womsiwor. Ia menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Perseden dengan mencetak hattrick. Pesta gol dimulai pada menit ke-14 setelah Womsiwor memanfaatkan kelengahan barisan belakang lawan. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, serangan balik cepat WBFC semakin tak terbendung. Womsiwor kembali menambah dua gol beruntun pada menit ke-54 dan 58. Meski Perseden sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol Sukarja di menit ke-66, harapan mereka pupus setelah M. Bahari mengunci kemenangan WBFC menjadi 4-1 pada menit ke-78.
Permintaan Maaf Wayan Arsana
Kekalahan memalukan ini menjadi pukulan telak bagi Perseden yang tengah bersaing ketat dengan Persekabpas di posisi puncak. Pelatih Perseden, Wayan Arsana, tidak menyembunyikan kekecewaannya, seusai laga.
"Saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Denpasar atas hasil yang sangat memalukan ini. Apa yang kami rancang saat latihan sama sekali tidak berjalan di lapangan," ujar Arsana dengan nada sesal. Meski peluang lolos ke babak delapan besar kian berat, ia menegaskan timnya belum menyerah di dua laga tersisa melawan Persiba Bantul dan Gresik United.
Bagi WBFC, klub yang didirikan oleh Four Brothers (Ray, Joe, Jason, dan Randy Manurung) bersama Titus Natkime, kemenangan ini adalah pembalasan manis setelah selalu kalah pada dua pertemuan sebelumnya.
Tambahan tiga poin ini menjadi suntikan motivasi bagi mereka untuk bangkit dari zona bawah.[*]
Editor : Hari Puspita