RADAR BALI – Pergerakan agresif dilakukan Persis Solo untuk menyelamatkan diri dari zona merah BRI Super League 2025/2026.
Laskar Sambernyawa resmi memboyong kiper asing asal Serbia, Vukasin Vranes, untuk memperkuat opsi lini pertahanan terakhir.
Kedatangan kiper setinggi 1,90 meter ini bukan sekadar pelengkap kuota. Melihat rapor menterengnya di Eropa, posisi Muhammad Riyandi sebagai kiper utama yang nyaris tak tergantikan kini benar-benar dalam ancaman serius.
Sebelum mendarat di Solo pada Minggu (18/1), Vranes adalah pilar utama FK FAP Priboj di Mozzart Bet Prva Liga (liga kasta kedua Serbia). Statistiknya musim ini tergolong impresif untuk seorang penjaga gawang:
Penampilan: 20 Pertandingan (Starter 91%).
Menit Bermain: 1.800 Menit.
Clean Sheet: 8 Kali (Rasio 40%).
Kebobolan: 30 Gol.
Dengan catatan 8 clean sheet dari 20 laga, Vranes membuktikan dirinya memiliki ketenangan luar biasa meski bermain di tim yang terus mendapat tekanan.
Atribut fisiknya yang menjulang (190 cm) juga diproyeksikan menjadi solusi lemahnya antisipasi bola udara Laskar Sambernyawa.
Rapor Riyandi: Heroik Tapi Sering Kebobolan
Di sisi lain, Muhammad Riyandi sebenarnya tidak tampil buruk secara individu. Ia sempat memimpin daftar top saves dengan 30 penyelamatan hingga pekan ke-7.
Namun, rapuhnya koordinasi lini belakang membuat statistik keseluruhannya merosot:
Penampilan: 14 Laga (1.260 Menit).
Kebobolan: 29–31 Gol (Rata-rata kebobolan 2 gol per laga).
Clean Sheet: Hanya 1 kali.
Catatan: Sempat melakukan blunder fatal saat melawan Dewa United (20/12) dan mulai sering dicadangkan di akhir putaran pertama.
Vranes sadar betul bahwa ia datang saat kondisi Persis Solo sedang tidak ideal di klasemen. Namun, kiper berusia 28 tahun ini optimistis kekompakan tim dan dukungan suporter bisa menjadi kunci kebangkitan.
"Saya tahu Solo adalah salah satu klub terbesar di Indonesia dengan penggemar hebat. Saya akan berikan 100 persen pada setiap permainan dan latihan. Tujuan pertama saya adalah memastikan PERSIS tetap di zona aman," tegas Vranes.
Sinyal Perang Sehat di Bawah Mistar
Manajemen Persis Solo tampaknya sengaja menciptakan iklim kompetisi yang panas. Kehadiran Vranes memaksa Riyandi dan Gianluca Pandeynuwu untuk kembali ke level terbaik mereka jika tidak ingin kehilangan tempat di starting eleven.
Bagi Pelatih Persis Milomir Seslija, ini adalah "masalah yang menyenangkan". Ia kini memiliki tembok Serbia yang kokoh sekaligus kiper label Timnas dalam satu skuad.
Pertanyaannya, siapakah yang akan dipilih Milo untuk mengawal gawang dalam laga perdana putaran kedua nanti?***
Editor : Ibnu Yunianto