RADAR BALI - Persebaya Surabaya menunjukkan keseriusan luar biasa dalam menatap putaran kedua Super League 2026.
Menjelang laga krusial melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (25/1), manajemen Green Force resmi melakukan perombakan besar-besaran yang mengejutkan publik sepak bola tanah air.
Keputusan paling mencolok adalah langkah berani manajemen memutus kontrak penyerang asal Serbia, Dejan Tumbas. Meski kontraknya sejatinya baru berakhir Juni 2026, etos kerja keras dan gaya main "ngosek" yang selama ini dipuji Bonek ternyata belum cukup bagi tim pelatih.
Statistik berbicara lebih jujur; dari 14 penampilan (1.148 menit bermain), mantan pemain terbaik Liga Tajikistan ini gagal menyumbang satu pun gol maupun assist.
Dejan tidak sendirian, ia menjadi bagian dari enam pemain yang resmi dilepas demi memberi ruang bagi skema baru Bernardo Tavares. Selain Dejan, nama-nama seperti Diego Maurício, Dime Dimov, Rizky Dwi, Rendy Oscario, dan Kadek Raditya juga harus mengepak koper dari Surabaya.
Sambut Samba Connection di Lini Depan
Sebagai gantinya, aroma Brasil akan kental terasa di skuad Persebaya. Tiga bintang asal Negeri Samba, Bruno Paraíba, Jefferson da Silva, dan Gustavo Fernandes, dipastikan siap menjalani debutnya di Bantul.
Bruno Paraíba diplot sebagai ujung tombak utama yang diharapkan lebih klinis di kotak penalti.
Jefferson & Gustavo akan memperkuat transisi permainan dan kreativitas, sektor yang sempat dianggap lemah pada putaran pertama.
Tak berhenti di situ, radar transfer Persebaya kini mengarah pada Pedro Matos. Gelandang kreatif asal Portugal yang sebelumnya membela Semen Padang ini diproyeksikan menjadi motor serangan baru, melengkapi kepingan teka-teki taktik Tavares.
Misi Balas Dendam di Stadion Sultan Agung
Laga kontra PSIM Yogyakarta bukan sekadar pertandingan biasa. Ini adalah misi penebusan dosa atas kekalahan tipis 0-1 di kandang pada putaran pertama lalu. Bernardo Tavares menekankan bahwa harmoni ruang ganti dan kompetisi sehat adalah kunci kebangkitan.
"Jika ingin memiliki tim yang kuat, setiap posisi harus punya dua atau tiga pemain yang bersaing secara sehat. Kami butuh keseimbangan antara pemain cepat dan pemain yang kuat dalam duel udara," tegas pelatih asal Portugal tersebut.
Persebaya memiliki peluang besar untuk menekan sejak awal, apalagi kubu Laskar Mataram dipastikan tampil tanpa bek terbaik mereka, Franco Ramos, yang absen karena cedera. Celah ini menjadi sasaran empuk bagi energi segar trio Brasil milik Persebaya.
Bagi pendukung setia, laga ini adalah potret masa depan. Perubahan besar-besaran ini dianggap sebagai fondasi penting bagi Persebaya yang akan menginjak usia 100 tahun atau satu abad pada tahun depan.
Publik kini menanti, apakah "magis" Bernardo Tavares dengan wajah-wajah baru ini mampu membawa pulang tiga poin dari Bantul sebagai simbol kebangkitan di Super League.***
Editor : Ibnu Yunianto