RadarBali.id– Kabar mengejutkan datang dari kancah sepak bola internasional. Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) dikabarkan tengah mempertimbangkan opsi untuk mundur dari putaran final Piala Dunia 2026.
Isu ini sontak memicu spekulasi panas mengenai siapa negara Asia yang akan ketiban durian runtuh menggantikan posisi mereka.
Konflik Politik Jadi Pemicu Utama
Melansir laporan Iran Wire, ada dua alasan fundamental yang membuat nyali Iran ciut untuk terbang ke Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada:
- Kondisi Internal yang Memanas: Situasi politik dan keamanan di Iran dilaporkan tidak stabil menyusul gelombang protes berkepanjangan yang memakan banyak korban jiwa.
- Sentimen Terhadap Tuan Rumah: Iran tergabung di Grup G bersama Mesir, Selandia Baru, dan Belgia. Masalahnya, seluruh laga grup tersebut digelar di Amerika Serikat. Mengingat hubungan diplomatik kedua negara yang "dingin", FFIRI merasa faktor keamanan dan sensitivitas politik menjadi risiko yang terlalu besar.
Peluang UEA dan Irak
Jika Iran benar-benar angkat kaki, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) harus bergerak cepat menunjuk suksesor. Berdasarkan laporan Sportbible, dua negara saat ini berada di baris terdepan:
- Uni Emirat Arab (UEA): Memiliki peringkat FIFA tertinggi (ke-68 dunia) di antara negara Asia yang belum lolos. Mereka punya rekam jejak impresif sebelum akhirnya kandas tipis di babak kelima kualifikasi.
- Irak: Skuad "Singa Mesopotamia" yang saat ini tengah bersiap di babak playoff antarkonfederasi juga menjadi kandidat kuat. Jika Irak naik kasta menggantikan Iran, maka slot playoff mereka kemungkinan besar akan dihibahkan ke negara lain.
Bagaimana Peluang Timnas Indonesia?
Meski secara matematis peringkat FIFA Indonesia masih di bawah UEA dan Irak, dinamika ini membuka celah diplomasi dan regulasi di AFC.
Jadi, jika terjadi pergeseran masif di slot Asia, bukan tidak mungkin skema kualifikasi atau playoff akan mengalami perubahan yang memberikan napas baru bagi negara-negara dengan progres signifikan seperti Indonesia.
Saat ini, mata dunia tertuju pada keputusan akhir FFIRI. Apakah Iran akan tetap tampil demi sportivitas, atau justru memberikan panggungnya kepada negara Asia lain? Kita lihat saja nanti bagaimana perkembangannya. [*dirangkum dari berbagai sumber]
Editor : Hari Puspita