RADAR BALI - Persib Bandung kembali membuat gebrakan besar di bursa transfer musim ini.
Mantan penggawa Paris Saint-Germain (PSG), Layvin Kurzawa, resmi mendarat di Kota Kembang untuk memperkuat lini pertahanan Pangeran Biru dalam mengarungi kompetisi Super League 2025-2026.
Pemain asal Prancis berusia 33 tahun ini terpantau telah tiba di Stasiun Whoosh Tegalluar pada Kamis, 22 Januari 2026 sore WIB.
Rencananya, Kurzawa akan diperkenalkan secara resmi di hadapan publik pada Minggu, 25 Januari 2026.
Momen spesial ini bertepatan dengan laga pekan ke-18 saat Persib menjamu PSBS Biak di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Kehadiran Kurzawa secara otomatis mengubah peta nilai pasar pemain di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Saat ini, Kurzawa menempati posisi sebagai pemain dengan nilai pasar tertinggi kedua di liga dengan angka mencapai Rp13,4 miliar.
Nilai tersebut membuat Kurzawa mengungguli kapten Persija Jakarta, Rizky Ridho, yang berada di posisi ketiga dengan taksiran pasar Rp12,8 miliar.
Meski memiliki profil mentereng, nilai pasar Kurzawa saat ini masih berada di bawah rekan setimnya di Persib, Thom Haye, yang memegang rekor tertinggi dengan nilai Rp19,7 miliar atau setara 1 juta euro.
Penurunan harga pasar Kurzawa sendiri dianggap wajar mengingat usianya yang sudah tidak muda lagi (33 tahun).
Meski demikian, Kurzawa mengalahkan Thom Haye dan Rizky Ridho dalam pengalaman level internasional karena telah tampil sebanyak 29 kali di Liga Champions Eropa bersama PSG dan AS Monaco.
Fleksibilitas Taktik dan Pengalaman Elit
Manajer Persib Umuh Muchtar menegaskan bahwa perekrutan ini bukan langkah asal-asalan, melainkan hasil ketelitian pelatih Bojan Hodak. Kurzawa didatangkan untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan William Marcilio serta memberikan opsi tambahan di lini belakang.
Ada beberapa keunggulan utama yang dibawa Kurzawa ke Bandung:
Versatilitas: Ia memiliki kemampuan bermain sama baiknya sebagai bek tengah maupun bek kiri (fullback), posisi yang saat ini sangat dibutuhkan oleh tim.
Postur Ideal: Dengan tinggi badan 182 cm, ia memiliki postur yang sangat proporsional untuk memenangkan duel-duel fisik.
Mentalitas Juara: Pengalamannya merumput di Ligue 1 dan Liga Champions Eropa diharapkan mampu menularkan mentalitas juara kepada skuad Pangeran Biru.
Tantangan Kebugaran dan Tes Medis Ketat
Kendati memiliki rapor mentereng, manajemen tetap mewaspadai riwayat cedera sang pemain.
Sebelum merapat ke Bandung, Kurzawa membela Boavista di Liga Portugal namun hanya mencatatkan 170 menit bermain dari 4 pertandingan.
Kendala otot paha yang sempat membekapnya selama 73 hari membuat manajemen Persib menerapkan tes medis yang sangat ketat sebelum finalisasi kontrak.
Ambisi Hattrick Juara dan Debut yang Dinanti
Perekrutan bek terakhir musim ini merupakan langkah ambisius Persib untuk mengejar target hattrick juara Super League serta berbicara banyak di ajang AFC Champions League 2 2025-2026.
Jika kondisi fisiknya dinyatakan siap, Bobotoh kemungkinan besar bisa melihat aksi perdana Kurzawa pada laga tandang melawan Persis Solo, Sabtu, 31 Januari 2026.
Kehadiran bek kiri modern yang aktif membantu serangan ini diharapkan menjadi kartu as baru bagi strategi Bojan Hodak di putaran kedua.***
Editor : Ibnu Yunianto