RADAR BALI – Stadion Kapten I Wayan Dipta menjadi panggung drama setengah lusin gol saat Bali United menjamu Semen Padang pada laga perdana putaran kedua Super League musim 2025/2026, Sabtu (24/1/2026).
Pertandingan yang penuh emosi ini berakhir tanpa pemenang dengan skor imbang 3-3, meninggalkan rasa pahit bagi tuan rumah yang sempat membalikkan keadaan.
Laga baru dimulai, namun pendukung tuan rumah langsung dibuat terdiam oleh agresivitas Semen Padang. Tim tamu yang mengusung misi revolusi strategi di putaran kedua ini tampil menekan sejak peluit pertama.
Baru menit ke-4, gawang Mike Hauptmeijer sudah bergetar. Berawal dari sepak pojok yang gagal disapu bersih oleh lini belakang Serdadu Tridatu, Angelo Meneses menyambar bola liar dengan sepakan keras yang merobek jala gawang. Skor 0-1 untuk keunggulan tim tamu.
Gol ini sekaligus mengakhiri rekor 6 laga nirbobol Bali United.
Belum sempat Bali United menata organisasi pertahanannya, gempuran Semen Padang kembali membuahkan hasil di menit ke-11.
Melalui skema yang hampir serupa, bek Jaime Giraldo sukses menyambut umpan sepak pojok dengan sundulan terukur.
Skor berubah menjadi 0-2, membuat Bali United berada dalam posisi yang sangat sulit di awal babak pertama.
Kebangkitan Dramatis Serdadu Tridatu
Memasuki babak kedua, perubahan strategi dilakukan oleh kubu tuan rumah.
Striker Timnas U-23 Jens Raven menjadi kunci perubahan arus pertandingan.
Penyerang muda ini sukses memecah kebuntuan pada menit ke-53 setelah menerima umpan matang dari Jordy Bruijn.
Meski sempat diwarnai pengecekan VAR terkait posisi onside, gol tersebut akhirnya disahkan oleh wasit.
Momentum beralih total ke pihak tuan rumah, apalagi setelah Kiper Semen Padang Rendy Oscario terpaksa ditarik keluar karena cedera.
Pada menit ke-69, Mirza Mustafic berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2, memicu gemuruh luar biasa di Stadion Dipta.
Puncaknya, pada menit ke-75, Thijmen Goppel sukses mencetak gol yang membawa Bali United berbalik unggul 3-2.
Stadion Dipta seolah sudah siap merayakan kemenangan comeback yang heroik.
Akhir Antiklimaks di Menit Akhir
Namun, sepak bola selalu menyimpan kejutan hingga detik terakhir. Kemenangan yang sudah di depan mata sirna pada menit ke-79.
Gelandang Semen Padang, Ripal Wahyudi, melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang gagal diantisipasi lini pertahanan Bali United.
Gol tersebut mengubah skor menjadi 3-3 dan membungkam Semeton Dewata.
Hingga peluit panjang berbunyi, tidak ada gol tambahan yang tercipta. Skor imbang ini membuat Bali United kini mengoleksi 28 poin dan tertahan di peringkat 8 klasemen sementara Super League.
Bagi Semen Padang, tambahan satu poin ini membuat mereka mengumpulkan 11 poin, meningkat 1 strip di klasemen ke peringkat 16 dan berjuang untuk keluar dari zona merah.
Susunan Pemain
Bali United: Mike Hauptmeijer (GK); Jaoa Vitor, Kadek Arel, Ricky Fajrin, Rizky Dwi; Kadek Agung, Jordy Bruijn, Mirza Mustafic, Teppei Yachida; Rahmat Arjuna, Thijmen Goppel.
Semen Padang: Rendy Oscario (GK); Angelo Meneses, Jaime Giraldo, Leo Guntara, Ravy Tsouka; Alhassan Wakaso, Boubakary Diarra, Kianz Froese; Armando Oropa, Guillermo Fernandez, Irsyad Maulana.***
Editor : Ibnu Yunianto