Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bek Timnas Dion Markx Wilujeng Sumping di Persib, Barba Hatur Nuhun?

Dhian Harnia Patrawati • Senin, 26 Januari 2026 | 07:35 WIB
Wilujeng Sumping Dion Markx. Persib resmi mendatangkan bek tengah Timnas U-23 Dion Markx untuk memenuhi ketentuan pemain U-23 dan tandem baru Patricio Matricardi, Federico Barba, dan Frans Putros.
Wilujeng Sumping Dion Markx. Persib resmi mendatangkan bek tengah Timnas U-23 Dion Markx untuk memenuhi ketentuan pemain U-23 dan tandem baru Patricio Matricardi, Federico Barba, dan Frans Putros.

RADAR BALI - Persib Bandung kembali menegaskan keseriusannya menjaga daya saing di putaran kedua Super League 2025/2026.

Maung Bandung resmi mendatangkan bek tengah muda bertalenta Dion Markx, pemain berdarah Belanda-Indonesia yang memiliki pengalaman kompetisi Eropa dan level internasional bersama Tim Nasional Indonesia.

Pemain kelahiran Nijmegen, 29 Juni 2005 ini resmi menandatangani kontrak berdurasi 2,5 tahun.

Kedatangan Dion merupakan rekomendasi langsung dari pelatih Bojan Hodak untuk memperkuat sektor pertahanan sekaligus memenuhi kebutuhan regenerasi skuad.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat Adhitia Putra Herawan, menjelaskan bahwa perekrutan bek bertinggi badan 188 cm ini adalah bagian dari evaluasi menyeluruh tim.

"Coach Bojan Hodak merekomendasikan penambahan pemain di sektor pertahanan. Dion adalah pemain muda dengan pengalaman Eropa dan latar belakang Timnas. Ini langkah strategis untuk menambah kedalaman skuad dan menjaga konsistensi performa hingga akhir musim," ujar Adhitia.

Kehadiran Dion diproyeksikan menjadi pelapis sekaligus pesaing kompetitif bagi bek senior seperti Patricio Matricardi, Frans Putros, hingga Federico Barba, terutama saat jadwal padat melanda di kompetisi domestik dan AFC Champions League Two.

Rekam Jejak di Eropa: Jebolan Akademi Belanda

Sebelum mendarat di Bandung, Dion meniti karier di sistem sepak bola Belanda yang kompetitif. Ia memiliki modal teknis yang kuat dari hasil pembinaan di akademi ternama:

NEC Nijmegen (Kelompok Usia): Dion merupakan pilar penting di tim junior. Bersama NEC U-21, ia tampil sebanyak 47 kali dan mencetak 5 gol dengan total lebih dari 4.800 menit bermain sejak level U-17.

TOP Oss (Eerste Divisie): Di kasta kedua Liga Belanda, ia sempat mencatatkan 2 penampilan senior dengan 141 menit bermain.

Didikan akademi Vitesse dan NEC membentuknya menjadi bek modern yang piawai dalam build-up serangan, tangguh dalam duel udara, serta tenang dalam membaca pergerakan lawan.

Di level internasional, Dion telah menjadi bagian dari program regenerasi pertahanan Indonesia. Setelah resmi menjadi WNI pada 8 Februari 2025, ia konsisten dipanggil membela Garuda Muda:

Timnas U-20: Menunjukkan kualitasnya sebagai bek modern saat tampil di Turnamen Maurice Revello (Toulon Cup) 2024 melawan tim kuat seperti Ukraina dan Jepang.

Timnas U-23: Melakoni debut di bawah asuhan Indra Sjafri pada Kualifikasi Piala Asia U-23 saat melawan Makau. Hingga kini, ia telah mengantongi 3 caps dengan 195 menit bermain.

Investasi Masa Depan dan Regulasi U-23

Perekrutan Dion Markx memberikan keuntungan ganda bagi Persib. Selain faktor teknis, usianya yang baru menginjak 20 tahun membuatnya masuk dalam kuota pemain muda wajib main di Super League.

"Sekarang, Persib dan Bobotoh menantikan kontribusi terbaiknya. Kami sedang berjuang mempertahankan gelar juara Super League dan melangkah sejauh mungkin di AFC Champions League Two. Wilujeng sumping, Dion Markx," tutup Adhitia.

Dengan langkah ini, Persib kembali menegaskan komitmennya membangun tim yang kompetitif untuk saat ini, sekaligus kokoh untuk masa depan.

Kedatangan Dion juga dikaitkan dengan rencana kepergian bek tengah Federico Barba. Meski Persib telah dua kali menolak tawaran dari klub-klub Eropa dan Bojan Hodak meminta Barba menghormati kontraknya, namun Barba telah mengisyaratkan untuk tetap pergi di bursa transfer ini.

Meski sama-sama bek tengah, secara posisi Dion tidak bisa menggantikan Barba. Salah satu hal yang tidak sama adalah kekuatan kakinya. Barba adalah bek tengah bertipe pemain kidal yang terbiasa membangun serangan (build-up) dari sisi kiri pertahanan (center-left back).

Sedangkan Dion adalah pemain dengan kekuatan kaki kanan yang terbiasa membangun serangan dari sisi kanan (center right back). Oleh karena itu, akan lebih baik bila Dion dan Barba bermain bersama karena baik faktor tinggi badan maupun posisinya akan saling melengkapi, terutama untuk pertandingan-pertandingan AFC Champions League Two. ***

Editor : Ibnu Yunianto
#persib bandung #Dion markx #wilujeng sumping #bursa transfer #acl two #timnas indonesia #federico barba #bojan hodak #nec nijmegen #Timnas U 23 #Frans Putros #patricio matricardi #afc champions league two #berita Persib hari ini #pemain baru