Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bali United vs Semen Padang: Johnny Jansen Keluhkan Krisis Striker dan Bek Jangkung

Dhian Harnia Patrawati • Senin, 26 Januari 2026 | 12:03 WIB
Mirza Mustafic merayakan gol kedua Bali United dengan Semeton Dewata. Bermain tanpa striker Boris Kopitovic dan Tim Receveur karena akumulasi kartu, Bali United dipaksa bermain imbang 3-3 di kandang.
Mirza Mustafic merayakan gol kedua Bali United dengan Semeton Dewata. Bermain tanpa striker Boris Kopitovic dan Tim Receveur karena akumulasi kartu, Bali United dipaksa bermain imbang 3-3 di kandang.

RADAR BALI – Bali United FC harus puas berbagi satu poin setelah ditahan imbang 3-3 oleh Semen Padang FC pada pekan ke-18 BRI Super League 2025/26 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (24/1) sore. Hasil ini sekaligus mengungkap kendala serius di lini serang Serdadu Tridatu.

Pelatih Johnny Jansen menghadapi situasi sulit dalam laga perdana putaran kedua ini. Dua legiun asing andalannya, Boris Kopitovic dan Tim Receveur, terpaksa absen karena akumulasi kartu kuning.

Kondisi ini diperparah dengan belum bisa dimainkannya Diego Campos.

Rekrutan baru di bursa transfer musim dingin tersebut masih terganjal urusan administrasi yang belum rampung, sehingga belum bisa didaftarkan dalam laga melawan Semen Padang.

Ketiadaan bomber murni memaksa Jansen melakukan eksperimen dengan memasang Jordy Bruijn sebagai ujung tombak.

Padahal, pemain asal Belanda tersebut posisi aslinya adalah seorang winger atau gelandang.

"Mereka memiliki bek yang tinggi sehingga menyulitkan Jordy yang bermain sebagai striker. Ketika dia dijaga, maka kami harus membuka ruang di posisi lain untuk membuka peluang," jelas Coach Johnny terkait strateginya yang belum berjalan efektif di babak pertama.

Akibat eksperimen Johnny Jansen yang tidak berjalan mulus tersebut, Bali United sempat tertinggal dua gol cepat di 30 menit awal pertandingan.

Kebangkitan Melalui Jens Raven

Momentum kebangkitan Bali United baru tercipta di babak kedua setelah Jens Raven masuk menggantikan gelandang anyar Teppei Yachida.

Penyerang naturalisasi tersebut sukses memecah kebuntuan dengan mencetak gol perdananya musim ini.

"Saya sangat senang mencetak gol perdana saya musim ini. Kami ingin menang tapi hasil imbang, perasaanku campur aduk," ungkap Raven yang meski mencetak gol, merasa kecewa timnya gagal meraih poin penuh.

Sempat membalikkan kedudukan menjadi 3-2, kemenangan Bali United sirna setelah Semen Padang menyamakan kedudukan di menit-menit akhir. Meski kecewa dengan hasil seri, Johnny Jansen tetap memuji daya juang anak asuhnya.

"Kami menguasai aliran bola, bangkit dari ketertinggalan, dan berjuang untuk menyamakan kedudukan. Itu yang disebut dengan mentalitas dalam pertandingan," pungkasnya.

Dengan tambahan satu poin ini, Bali United kini mengoleksi 28 poin dari 18 pertandingan yang telah dijalani.***

Editor : Ibnu Yunianto
#bali united vs semen padang #Jens Raven #bursa transfer #diego campos #Johnny Jansen #Thijmen Goppel #Boris Kopitovic #semen padang #Super League #bali united #Tim Receveur #pemain baru #Jordy Bruijn