SURABAYA – Perjalanan Perseden Denpasar dalam ajang Liga Nusantara 2025/26 resmi berakhir pahit. Tim berjuluk Laskar Catur Muka itu harus mengubur mimpi melaju ke babak delapan besar setelah dipaksa menyerah oleh tuan rumah Gresik United dengan skor tipis 0-1 di Surabaya, Minggu (25/1/2026).
Gol tunggal kemenangan Gresik United dicetak oleh Syaifullah Kader pada menit ke-77. Meski Perseden terus melancarkan serangan bertubi-tubi di sisa waktu pertandingan, rapatnya pertahanan Laskar Joko Samudro gagal ditembus oleh anak-anak asuh Denpasar.
Hasil ini memastikan Perseden tertahan di papan bawah klasemen akhir Grup D. Sebaliknya, Persekabpas Pasuruan (juara grup) dan Persiba Bantul (runner-up) resmi mengantongi tiket menuju fase gugur.
Pelatih Perseden, I Wayan Arsana mengaku kecewa dan meminta maaf atas gagalnya target lolos ke fase berikutnya, menuju delapan besar. “Secara pribadi dan atas nama tim, saya memohon maaf kepada masyarakat Denpasar. Hasil pertandingan terakhir ini tentu bukan yang kita harapkan,” ujar Arsana, seusai laga yang tak sesuai harapan itu.
Baca Juga: Liga 3 : Malam Ini Perseden Denpasar Bidik Poin Penuh Lawan Persekabpas Usai Drama Menit Akhir
Arsana mengakui secara blak-blakan bahwa manajemen menargetkan Perseden mampu bertahan di musim pertama setelah promosi dengan peringkat yang baik. Target tersebut sejatinya telah terpenuhi, namun Arsana tak menampik rasa kecewa karena peluang lolos ke babak delapan besar sebenarnya sangat terbuka.
“Target dari manajemen sudah kami penuhi, tetapi terus terang saya pribadi dan seluruh tim merasa kecewa dan sedih karena peluang itu ada,” akunya dengan nada kecewa.
Di sisi lain, bagi Gresik United, kemenangan ini menjadi penyelamat mereka dari jurang degradasi.
"Pemain tampil sangat disiplin. Mengalahkan Perseden tidak pernah mudah, apalagi kami sempat kalah di dua pertemuan sebelumnya," ujar pelatih Gresik United, Andik Ardiansyah.
Bagi Perseden, kegagalan di laga pamungkas ini menjadi sinyal penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Konsistensi permainan menjadi pekerjaan rumah utama jika ingin kembali berbicara banyak di kompetisi musim mendatang.[*]
Editor : Hari Puspita