Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Krisis Bek PSIM Yogyakarta Mulai Mereda, Siap Redam Borneo FC di Stadion Segiri

Dhian Harnia Patrawati • Rabu, 28 Januari 2026 | 11:05 WIB
Pemain PSIM berlatih di Stadion Sultan Agung, Bantul. PSIM memaksimalkan rotasi pemain saat menantang Borneo FC di Stadion Segiri.
Pemain PSIM berlatih di Stadion Sultan Agung, Bantul. PSIM memaksimalkan rotasi pemain saat menantang Borneo FC di Stadion Segiri.

RADAR BALI - PSIM Yogyakarta tengah bersiap menatap laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/26 dengan misi bangkit.

Laskar Mataram dijadwalkan melakoni laga tandang berat melawan Borneo FC Samarinda di Stadion Segiri pada Minggu (1/2) mendatang.

Persiapan ini dilakukan menyusul hasil mengecewakan di pekan ke-18, saat PSIM dipaksa menyerah 0-3 dari Persebaya Surabaya di markas sendiri.

Kekalahan tersebut membuat posisi PSIM melorot ke peringkat tujuh klasemen sementara dengan koleksi 30 poin, disalip oleh Persebaya yang kini mengemas 31 poin.

Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel, mengambil langkah taktis dengan menggeser jadwal latihan rutin dari sore ke pagi hari.

Keputusan ini merupakan respons atas intensitas hujan yang tinggi di Yogyakarta setiap sore.

"Musim hujan, itu saja alasannya. Saya bicara dengan staf dan orang lokal yang berpengalaman terkait musim hujan di sini," ujar Van Gastel pada Selasa (27/1).

Ia mengaku timnya sempat melewatkan sesi latihan karena cuaca ekstrem. Dengan berlatih pagi hari, Van Gastel ingin memastikan program persiapan menuju Samarinda berjalan optimal tanpa kendala alam.

Maksimalkan Skuad yang Ada

Menghadapi putaran kedua, pelatih asal Belanda tersebut menegaskan tidak akan mendatangkan pemain baru di bursa transfer. Meski kedalaman skuad sempat diuji akibat cedera, ia memilih untuk mengandalkan stok pemain yang tersedia.

"Kami tidak dalam posisi untuk mendatangkan empat pemain seperti Persebaya. Jadi kami memaksimalkan skuad yang kami miliki saat ini," tegasnya.

Kabar baiknya, beberapa pilar utama yang sempat menepi kini mulai kembali. Kembalinya Andy Setyo yang tampil apik di laga sebelumnya memberikan angin segar bagi lini pertahanan Laskar Mataram.

Van Gastel berharap kembalinya pemain-pemain yang cedera dapat memberikan variasi strategi saat melawan Borneo FC nanti.

Evaluasi Lini Pertahanan

Kekalahan telak dari Persebaya menjadi pelajaran berharga, terutama di sektor pertahanan. Van Gastel mengakui kesalahan posisi di lini belakang menjadi pemicu lahirnya gol lawan.

Krisis sempat memuncak saat Andy Setyo dan Rendra Teddy ditarik keluar karena kram, memaksa pemain seperti Rio Hardiawan dan Rakhmatsho Rakhmatzoda bermain di posisi yang bukan aslinya.

Padahal, PSIM memiliki deretan nama tangguh seperti Franco Ramos Mingo, Yusaku Yamadera, hingga Reva Adi Utama.

Badai cedera dan penurunan fisik yang melanda secara bersamaan di tengah laga menjadi catatan besar bagi tim kepelatihan. Apalagi, PSIM memiliki kedalaman skuad yang mumpuni di awal kompetisi.

Di sektor bek tengah, Laskar Mataram diperkuat oleh duet asing tangguh, Franco Ramos Mingo asal Argentina dan Yusaku Yamadera dari Jepang.

Selain itu, terdapat nama-nama lokal berpengalaman seperti Andy Setyo Nugroho dan Asyraq Gufron, serta Rendra Teddy yang kerap menjadi opsi rotasi.

Sektor bek sayap juga diisi oleh pemain-pemain berkualitas. Sisi kiri pertahanan dipercayakan kepada eks kapten Persebaya, Reva Adi Utama, yang didukung oleh tenaga muda seperti Dede Sapari dan Lucky Oktavianto.

Sementara itu, di sisi kanan, Van Gastel memiliki opsi pada sosok Raka Cahyana serta pemain serbabisa asal Tajikistan, Rakhmatsho Rakhmatzoda.

Namun, banyaknya pilihan ini seolah tidak berdaya ketika badai cedera dan penurunan fisik melanda secara bersamaan di tengah laga krusial.

Menghadapi Pesut Etam, rotasi pemain dan kesiapan mental menjadi kunci utama.

Van Gastel menuntut kesiapan seluruh elemen tim, termasuk pemain yang selama ini minim menit bermain, untuk tetap siap saat dibutuhkan demi menjaga konsistensi di papan atas klasemen.***

 

Editor : Ibnu Yunianto
#psim #borneo fc #jadwal pertandingan #Krisis Bek #Andy Setyo Nugroho #Jean Paul van Gastel #borneo vs psim