Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

PSIS Semarang vs Kendal Tornado: Wajib Menang agar Tak Turun Kasta

Dhian Harnia Patrawati • Kamis, 29 Januari 2026 | 08:04 WIB
Dani Sormin merayakan gol PSIS Semarang. Mahesa Jenar ditantang Kendal Tornado di pekan ke-18 Pegadaian Championship 2025 2026.
Dani Sormin merayakan gol PSIS Semarang. Mahesa Jenar ditantang Kendal Tornado di pekan ke-18 Pegadaian Championship 2025 2026.

RADAR BALI – PSIS Semarang akhirnya bisa bernapas lega setelah melewati tekanan berat yang menghantui selama beberapa pekan terakhir di Pegadaian Championship 2025-2026.

Kemenangan tipis atas Persela Lamongan pada pekan ke-17 menjadi titik balik krusial bagi Laskar Mahesa Jenar yang sebelumnya terpuruk di papan bawah.

Bermain di Stadion Jatidiri, Sabtu (24/1/2026) malam, PSIS sukses mengamankan tiga poin lewat kemenangan 1-0 dalam laga penuh drama.

Hasil ini terasa spesial karena datang di tengah situasi genting, mengingat posisi klub di klasemen masih jauh dari kata aman.

Kapten PSIS Semarang Otavio Dutra menjadi figur sentral dalam kebangkitan PSIS.

Bek veteran berusia 42 tahun tersebut berhasil menjawab kritik tajam yang sempat mengarah padanya usai performa rapuh lini belakang saat melawan Deltras FC.

Di hadapan publik sendiri, Dutra tampil kokoh memimpin barisan pertahanan agar lebih disiplin dan terorganisasi.

Tidak hanya menjaga area belakang, Dutra juga mencatatkan namanya di papan skor sebagai pahlawan kemenangan. Gol semata wayang yang ia cetak pada menit ke-54 menjadi penentu hasil akhir pertandingan.

"Puji Tuhan kita bisa mendapatkan tiga poin di kandang. Ini tiga poin pertama sejak saya datang ke sini," ujar Dutra usai laga, mengutip laman iLeague.id.

Taktik Solid di Tengah Badai Kartu Merah

Secara taktik, pelatih Jafri Sastra menerapkan skema 3-5-2 yang membuat pertahanan PSIS lebih seimbang. Dutra bahu-membahu dengan Aldair Simanca dan Dani Ibrohim untuk menjaga kedalaman.

Namun, kemenangan ini diraih dengan perjuangan ekstra keras. PSIS harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-31 setelah Safna Delpi diusir wasit akibat kartu merah.

Situasi semakin menantang karena laga berlangsung di bawah guyuran hujan deras selama 90 menit.

"Pertandingan sangat berat, apalagi kami kekurangan satu pemain sejak babak pertama. Tapi kami tidak terlalu merasakan itu karena semua pemain bekerja keras. Semangat kolektif justru menjadi kunci kesuksesan kami," tambah Dutra.

Laga Hidup Mati Kontra Kendal Tornado

Ujian sesungguhnya akan hadir pada pekan ke-18. Mahesa Jenar akan kembali bermain di kandang menghadapi Kendal Tornado FC, Jumat (30/1/2026). Laga ini berstatus "hidup-mati" karena kekalahan dapat menyeret PSIS kembali ke jurang degradasi.

Manajemen PSIS telah menunjukkan keseriusan dengan mendatangkan total 14 pemain baru demi menyelamatkan tim agar tetap bertahan di kasta kedua sepak bola Indonesia tersebut.

Menjelang laga krusial ini, kedua tim dipastikan kehilangan pilar inti. PSIS Semarang tidak akan diperkuat Safna Delpi akibat hukuman kartu merah.

Di sisi lain, Kendal Tornado FC terancam tampil tanpa dua pemain asing andalan, Felipe Ryan dan Juan Morales, yang mengalami cedera hamstring.

Meski demikian, pelatih PSIS Jafri Sastra tetap mewaspadai kemungkinan tampilnya Felipe Ryan yang dianggap sebagai motor serangan lawan. "Dia salah satu pemain yang menonjol dan berposisi sebagai playmaker," tutur Jafri.

Sementara itu, pelatih Kendal Tornado, Stefan Keltjes, menegaskan timnya siap tampil dengan siapa pun yang ada. "Bagi kami, mau ada pemain asing atau tidak, standar tim harus tetap sama," tegasnya.

Kini, nasib PSIS Semarang akan ditentukan di Stadion Jatidiri. Mahesa Jenar harus bertaruh segalanya demi bertahan di Pegadaian Championship 2025-2026.***

Editor : Ibnu Yunianto
#psis semarang #Persiku #otavio dutra #Pegadaian Championship 2025 2026 #pss sleman #jafri sastra #Kendal Tornado FC #psis vs kendal tornado #persela lamongan