RADAR BALI - Arema FC bergerak cepat di bursa transfer paruh musim Super League 2025/26 untuk membenahi barisan pertahanan mereka.
Manajemen klub secara resmi mengumumkan perekrutan dua bek berpengalaman, Rio Fahmi dan Hansamu Yama Pranata, dengan status pinjaman dari Persija Jakarta hingga akhir musim.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Hingga pekan ke-18, performa lini belakang Arema FC menjadi sorotan tajam.
Meski lini serang cukup produktif dengan koleksi 23 gol, gawang Singo Edan justru sudah kebobolan dengan jumlah yang sama, yakni 23 gol.
Catatan ini menempatkan Arema FC di posisi ke-11 klasemen sementara dan menjadikannya salah satu tim papan tengah dengan angka kebobolan tertinggi.
Kedatangan duet Persija ini diharapkan menjadi solusi instan bagi keroposnya benteng pertahanan yang dikawal kiper Lucas Frigeri.
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menegaskan bahwa keputusan ini murni hasil evaluasi mendalam bersama tim pelatih.
"Perekrutan Rio Fahmi dan Hansamu Yama Pranata adalah hasil evaluasi kami. Arema FC butuh kedalaman skuad dan kualitas tambahan di lini pertahanan agar lebih solid di sisa kompetisi," ujar Yusrinal.
Kehadiran kedua pemain ini membawa harapan baru bagi Aremania.
Rio Fahmi adalah bek sayap lincah yang mencatatkan 16 penampilan bersama Persija di paruh pertama musim ini. Pengalamannya menyisir sisi kanan lapangan akan memberikan opsi baru bagi pelatih dalam transisi bertahan ke menyerang.
Hansamu Yama lebih banyak turun sebagai pemain pengganti di Persija musim ini dengan total 4 penampilan, ketenangan dan jiwa kepemimpinan mantan kapten Timnas Indonesia ini sangat dibutuhkan untuk mengoordinasi lini tengah pertahanan Arema yang sering kehilangan fokus di menit-menit akhir.
Optimisme Menuju Putaran Kedua
Pihak manajemen mengapresiasi profesionalisme Persija Jakarta dalam proses negosiasi ini. Yusrinal berharap proses adaptasi kedua pemain tidak memakan waktu lama agar bisa langsung diturunkan pada laga terdekat.
"Harapan kami, Rio dan Hansamu dapat segera menyatu dengan tim, bersaing secara sehat, dan memberikan kontribusi positif untuk memperbaiki posisi Arema FC di klasemen," tambahnya.
Dengan amunisi baru ini, Arema FC kini menatap sisa musim 2025/26 dengan optimisme bahwa "penyakit" lini belakang mereka bisa segera terobati. Solidnya pertahanan akan menjadi kunci utama bagi Singo Edan untuk merangkak naik ke papan atas Super League.***
Editor : Ibnu Yunianto